Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

PT SGS Akhirnya Buka Suara, Ini Alasan PHK Lebih dari 1.000 Karyawan di Jombang

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:27 WIB
Manajemen PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) akhirnya buka suara terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari seribu karyawan.
Manajemen PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) akhirnya buka suara terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari seribu karyawan.

 

Manajemen PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) akhirnya buka suara terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari seribu karyawan. Perusahaan menegaskan, kebijakan tersebut terpaksa diambil karena kondisi keuangan perusahaan yang diklaim terus mengalami kerugian.

Perwakilan PT SGS Taufik mengatakan, keputusan PHK telah melalui berbagai pertimbangan dan sebelumnya disosialisasikan kepada karyawan maupun serikat pekerja. ”PHK ini bukan tanpa perencanaan. Kami sudah menyampaikan kondisi perusahaan kepada seluruh karyawan maupun serikat pekerja. Keputusan ini sangat berat bagi manajemen,” ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Jombang, Senin (15/6).

Menurut dia, langkah serupa tidak hanya dilakukan di PT SGS Jombang. Sejumlah unit perusahaan di daerah lain juga melakukan pengurangan tenaga kerja karena menghadapi tekanan bisnis yang sama. Sebelum memutuskan PHK, manajemen mengaku telah berupaya mempertahankan tenaga kerja. Namun, kondisi perusahaan yang terus merugi membuat langkah efisiensi tidak dapat dihindari. ”Kebijakan ini sangat sulit dilakukan. Tidak ada perusahaan yang ingin mengurangi karyawannya. Kami ingin seluruh pekerja tetap bekerja, tetapi kondisi perusahaan saat ini tidak memungkinkan,” katanya.

Baca Juga: PHK Massal PT SGS Jombang Disorot DPRD, Nasib Ribuan Buruh Jadi Perhatian

Taufik menjelaskan, penurunan pesanan menjadi penyebab utama perusahaan mengalami kerugian. Jika pada 2020 hingga 2021 perusahaan masih menerima order dalam jumlah besar, saat ini permintaan pasar terus menurun. Menurutnya, perlambatan tersebut dipengaruhi situasi geopolitik global yang berdampak pada perekonomian dunia.

 ”Faktor utama yang memengaruhi adalah situasi geopolitik dunia. Perang Rusia-Ukraina dan konflik yang berkembang di Timur Tengah berdampak besar terhadap pasar global,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan tarif Amerika Serikat juga disebut memengaruhi ekspor dan permintaan pasar internasional. Padahal, sebagian besar produk kayu lapis yang diproduksi perusahaan dipasarkan ke luar negeri. ”Kondisi properti dan industri di pasar global sedang mengalami perlambatan. Dampaknya sangat terasa terhadap order yang diterima perusahaan,” imbuhnya.

Baca Juga: Nasib 1.000 Lebih Buruh PT SGS Jombang di Ujung Tanduk Gegara Rencana PHK Massal, Disnaker Bakal Cari Solusi

Meski demikian, manajemen berharap kondisi ekonomi global segera membaik sehingga permintaan pasar kembali meningkat. ”Kami berharap konflik global segera berakhir dan negara-negara yang terdampak perang bisa kembali membangun. Dengan begitu permintaan pasar dapat pulih dan kondisi perusahaan membaik," tuturnya.

Terkait hak pekerja yang terdampak PHK, perusahaan memastikan seluruh kewajiban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. ”Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh karyawan yang terdampak. Dalam proses PHK ini kami tetap berkomitmen mengikuti aturan yang berlaku, termasuk terkait penyelesaian hak-hak pekerja,” pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#PHK PT SGS Jombang #PT SGS Jombang rugi #PHK massal karyawan SGS #penyebab PHK PT SGS #berita buruh Jombang terbaru