JOMBANG - Pemerintah Kabupaten Jombang berupaya meredam tekanan biaya produksi peternak ayam petelur yang masih tinggi. Dinas Peternakan (Disnak) Jombang mengusulkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung sebagai langkah untuk menekan harga pakan di tingkat peternak.
Kepala Disnak Jombang M Saleh mengatakan, harga telur ayam di tingkat peternak saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Posisi harga berada di kisaran Rp 21.500 hingga Rp 21.800 per kilogram. Sementara itu, harga pakan masih bertahan tinggi di sekitar Rp 7.800 per kilogram.
Pemerintah, kata dia, telah mengusulkan program SPHP Jagung yang digagas Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai solusi penyediaan bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau. Namun, program tersebut masih menunggu keputusan pemerintah pusat. ’’Untuk Kabupaten Jombang sudah diusulkan program SPHP Jagung. Saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat,’’ katanya.
Baca Juga: Baru Panen, Kandang Ayam di Peterongan Jombang Ludes Terbakar Hingga Rata dengan Tanah
Pada pengajuan tahap pertama, terdapat 19 peternak dengan kebutuhan jagung mencapai 197,5 ton per bulan. Sementara pada tahap kedua tercatat 15 peternak dengan kebutuhan 332,1 ton per bulan. Seluruh usulan tersebut diajukan melalui koperasi ayam petelur yang juga akan berperan dalam distribusi jagung kepada peternak.
Dalam skema SPHP Jagung, harga jagung di gudang Bulog ditetapkan Rp 5.000 per kilogram. Setelah distribusi, harga di tingkat peternak diperkirakan maksimal Rp 5.500 per kilogram. ’’Distribusi dari Bulog sampai ke peternak dilakukan sepenuhnya oleh koperasi ayam petelur,’’ ujarnya.
Disnak berharap program tersebut mampu menurunkan beban biaya produksi, mengingat pakan menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur. Dengan harga jagung yang lebih rendah, margin keuntungan peternak diharapkan kembali stabil. Seperti diketahui, harga telur ayam di Jombang dalam beberapa waktu terakhir belum menunjukkan pemulihan signifikan. Di tingkat peternak, harga masih bergerak di kisaran Rp 21.500 hingga Rp 22.500 per kilogram. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto