JOMBANG - Pengembangan Kawasan Industri di wilayah Utara Brantas mulai bergerak. Dua pengembang yang akan menggarap kawasan seluas sekitar 800 hektare di Kecamatan Kabuh dan Ngusikan kini memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jombang Hartono mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar berupa akses jalan menjadi tahap awal sebelum kawasan industri benar-benar dibangun. ’’Informasi terakhir yang kami terima, mereka sedang berproses untuk membangun jalan atau akses jalannya,’’ katanya.
Menurut dia, nantinya akan ada dua akses berbeda yang disiapkan masing-masing pengembang. Jalur tersebut sekaligus menjadi pintu masuk ke kawasan industri yang mereka kelola. ’’Jadi ada dua akses atau jalan dan kawasan. Yang jelas jalannya sendiri-sendiri. Mereka juga sudah menyiapkan lahannya,’’ imbuhnya.
Dari dua pengembang yang terlibat, PT Java Fortis disebut lebih dahulu melakukan pergerakan di lapangan. ’’Di Java Fortis kabarnya sudah mulai ada kegiatan untuk akses jalannya,’’ tuturnya.
Baca Juga: Banjir di Utara Brantas Belum Teratasi, Pemkab Jombang Desak Normalisasi Kali Marmoyo Dilanjutkan
Hartono menegaskan, pembangunan kawasan industri belum bisa dimulai sebelum akses jalan rampung. Infrastruktur tersebut menjadi syarat utama mobilitas selama masa konstruksi maupun saat kawasan beroperasi. ’’Yang utama sekarang membangun jalan dulu. Ketika aksesnya belum jadi, pembangunan kawasan belum bisa dimulai. Ke depan akses itu akan tersambung dengan Jalan Kabuh-Tapen,’’ ujarnya.
Rencana Kawasan Industri Utara Brantas mencakup sekitar 800 hektare lahan. Dari total itu, sekitar 500 hektare akan dikembangkan PT Intiland, sedangkan 300 hektare lainnya oleh PT Java Fortis.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, proyek tersebut diproyeksikan memberi dampak positif terhadap investasi daerah. ’’Iya pasti. Nilai investasi akan berpengaruh. Paling tidak membantu perekonomian di Jombang, khususnya di wilayah sekitar kawasan industri,’’ katanya.
Bayu menyebut, dalam pemaparan kepada pemerintah daerah, kedua pengembang telah menyiapkan masterplan kawasan industri. Saat ini, mereka fokus pada pembangunan akses jalan sebagai tahap awal realisasi proyek. ’’Secara paparan kemarin mereka menyampaikan masterplan sudah siap. Tinggal membangun jalan dulu, baik Java Fortis maupun Intiland,’’ ujarnya.
Menurut dia, masing-masing pengembang tidak akan berbagi akses yang sama. PT Java Fortis menyiapkan jalur masuk dari sisi barat kawasan, sedangkan PT Intiland dari sisi timur. ’’Java Fortis di sebelah barat, sementara Intiland agak ke timur dekat salah satu sekolah. Lahannya sudah dibebaskan dan mereka menyampaikan akan bergerak membangun jalannya dahulu,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi memastikan pembangunan Kawasan Industri Utara Brantas mulai berjalan tahun ini. Dua pengembang besar, PT Intiland dan PT Java Fortis, akan mengembangkan kawasan industri seluas sekitar 800 hektare di Kecamatan Kabuh dan Ngusikan. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto