JOMBANG – Pemkab Jombang tak ingin program Sekolah Rakyat (SR) meleset dari sasaran. Cara jemput bola pun ditempuh. Calon siswa ditelusuri langsung dari rumah ke rumah hingga ke pelosok desa untuk memastikan program pendidikan gratis tersebut tepat sasaran.
Salah satunya, validasi faktual dilakukan tim gabungan lintas sektoral yang dipimpin Sekdakab Kabupaten Jombang Agus Purnomo bersama sejumlah jajaran perangkat daerah juga dari Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (10/6).
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menegaskan, validasi menjadi tahapan krusial agar program tidak salah sasaran. Karenaya tim mendatangi langsung rumah-rumah calon siswa di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Plandaan dan Mojoagung. Langkah tersebut dilakukan untuk mencocokkan data calon siswa yang tertera dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kondisi riil sosial ekonomi keluarga.
”Sesuai arahan Abah Bupati, hari ini kami turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil calon siswa. Data yang ada di DTSEN kami cocokkan dengan fakta di lapangan sehingga program ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir di Utara Brantas Belum Teratasi, Pemkab Jombang Desak Normalisasi Kali Marmoyo Dilanjutkan
Menurut Agus, Jombang mendapat kuota 270 siswa untuk program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027. Kuota tersebut terbagi untuk tiga jenjang pendidikan, masing-masing 90 siswa di SD, SMP, dan SMA. Hingga kini, tercatat 208 calon siswa SMA, 203 SMP, dan 66 SD yang masih dalam proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria penerima manfaat. ”Harapan kami, Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi kesiapan mental calon peserta didik dan keikhlasan orang tua. ”Tantangan terberat biasanya ada di tingkat SD. Namun, alhamdulillah tahun ini antusiasmenya luar biasa. Kami berharap kuota bisa menyentuh angka 90 siswa agar target pemenuhan tiga rombongan belajar dapat tercapai,” ujarnya.
Baca Juga: Kontraktor Sekolah Rakyat Jombang Jamin Gedung Siap Akhir Juni
Menurut Agus, hasil kunjungan lapangan menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap program tersebut. Pemkab Jombang memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga rentan agar tetap dapat mengenyam pendidikan secara layak.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi menjelaskan, proses penjaringan calon siswa dilakukan secara fleksibel sesuai arahan Kementerian Sosial. Program tidak hanya menyasar siswa yang akan masuk kelas awal, tetapi juga anak putus sekolah, anak terlantar, maupun keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan 2. ”Petunjuk dari Kemensos menggunakan skema multi entry multi exit. Artinya, tidak harus kelas 1 di semua jenjang karena ada prioritas untuk menjangkau anak terlantar, anak tidak sekolah, anak putus sekolah, serta keluarga kurang mampu,” jelasnya.
Terpisah, Zalika, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan menyambut baik program SR. ”Saya orang tua dari Bagus Puji Pangestu dan istri dari Bapak Ali, merasa sangat bersyukur atas hadirnya program Sekolah Rakyat di desa kami. Dengan adanya program ini, anak saya mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan terbaik,” ungkapnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto