SEMENTARA itu, PT SGN PG Djombang Baru terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan selama musim giling 2026. Sejumlah perbaikan dilakukan perusahaan untuk menekan polusi udara sekaligus memastikan pengelolaan limbah cair memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
Pelaksana Harian General Manager PG Djombang Baru, Wukir Dana Sekti, mengatakan, berbagai catatan dan masukan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang pada musim giling tahun lalu telah ditindaklanjuti. Salah satunya melalui penambahan alat pengendali emisi berupa dust collector.
’’Kondisi pengendalian emisi pada tahun lalu sebenarnya sudah cukup baik,’’ ucapnya. Namun, perusahaan tetap melakukan peningkatan agar kualitas udara selama musim giling tahun ini menjadi lebih baik.
’’Untuk penanganan limbah udara, tahun ini kami menambah dust collector pada ketel kecil di dua titik, yaitu BW 2 dan BW 4. Harapannya, tentu bisa lebih baik dan memenuhi baku mutu,’’ ungkap Wukir Dana Sekti.
PG Djombang Baru juga telah melaksanakan pemasangan tangga safety untuk mendukung proses pengambilan boiler JTA sebagai bagian dari peningkatan aspek keselamatan kerja.
Baca Juga: PG Djombang Baru Cetak Rekor Giling 148 Hari, Siap Dukung Swasembada Nasional
Pada sektor pengelolaan limbah cair, perusahaan melakukan pembenahan di area penampungan sementara abu. Limbah cair yang berasal dari ceceran semprotan abu kini diarahkan menuju bak penampungan khusus yang telah dirabat dan bounding sehingga tidak mengalir ke saluran air umum.
Wukir menjelaskan, sejumlah saluran drainase juga telah diperbaiki agar saluran air hujan tidak bercampur dengan saluran limbah. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas catatan yang diberikan pada musim giling tahun sebelumnya.
’’Catatan tahun kemarin sudah kami perbaiki. Beberapa got juga sudah dibenahi sehingga saluran air hujan dan saluran limbah tidak bercampur,’’ terangnya.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, PG Djombang Baru berharap operasional musim giling 2026 dapat berjalan lebih ramah lingkungan. Serta seluruh parameter limbah yang dihasilkan tetap berada dalam batas baku mutu yang telah ditetapkan. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto