JOMBANG – Meski fasilitas pendukung belum lengkap, uji coba operasional terminal barang di Desa Glagahan, Kecamatan Perak resmi dimulai 2–30 Juni. Masa uji coba ini menjadi penentu realisasi target pendapatan asli daerah (PAD) 2026 yang dipatok Rp 194 juta. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam Perubahan APBD (P-APBD).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Sugianto mengatakan, uji coba ini digunakan untuk mengukur potensi pendapatan dari kondisi lapangan saat ini. ”Jadi uji coba ini salah satu bentuk kami menghitung target yang bisa diambil. Karena luasan yang belum selesai seluruhnya pasti berpengaruh. Dari percobaan Juni nanti bisa diketahui langkah di P-APBD, apakah target diubah menyesuaikan kondisi lapangan atau tetap,” katanya, Minggu (7/6).
Evaluasi dilakukan setiap pekan selama masa uji coba. Selain memantau tingkat keterisian, Dishub juga mengidentifikasi kendala sarana dan prasarana. ”Setiap minggu kami evaluasi. Karena sarana juga belum lengkap. Seperti CCTV dan pos jaga permanen misalnya, masih belum tersedia,” imbuhnya.
Selama uji coba, kendaraan angkutan barang belum dikenai retribusi. Perhitungan masih difokuskan pada daya tampung dan potensi pendapatan. ”Masih gratis. Yang kami hitung sekarang daya tampungnya. Dari situ nanti bisa diketahui potensi PAD yang memungkinkan diperoleh,” ujarnya.
Baca Juga: Dishub Jombang Rampungkan Fasilitas Terminal Barang, Operasional Segera Dimulai
Terminal barang memiliki luas total 25.240 meter persegi sesuai SK bupati. Dari jumlah itu, 20.970 meter persegi menjadi area terminal yang digunakan bersama Dishub dan Dinas Pertanian (Disperta).
Namun, kesiapan lahan masih terbatas. Area yang bisa dioperasikan baru sekitar 25 persen karena telah dipadatkan dan dipaving. Sisanya masih berupa tanah gembur. ”Yang siap dipakai baru sekitar 25 persen. Sisanya masih tanah. Dulu lahan itu digunakan untuk pembibitan dan penelitian pertanian, sehingga karakter tanahnya gembur. Kami belum berani merekomendasikan untuk digunakan,” katanya.
Pantauan di lokasi, aktivitas mulai terlihat dengan sekitar 16 truk terparkir di area yang sudah siap. Petugas juga berjaga di pos sementara selama masa uji coba berlangsung. Dishub berharap uji coba ini bisa memberikan gambaran utuh sebelum terminal dioperasikan penuh. Terlebih, fasilitas ini diproyeksikan menggantikan terminal di Tunggorono yang sudah berhenti beroperasi sejak 18 November 2025.
Pada 2024, PAD dari retribusi terminal barang mencapai sekitar Rp 280 juta. Namun turun menjadi Rp 187,6 juta pada 2025 seiring tidak optimalnya operasional terminal lama. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto