Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Produktivitas Tebu Jombang Digenjot, Kementan Gelontorkan Program Bongkar Ratoon 3.000 Hektare

Azmy endiyana Zuhri • Minggu, 7 Juni 2026 | 19:15 WIB
Kabupaten Jombang memperoleh alokasi program bongkar ratoon seluas 3.000 hektare dan perluasan areal tanam (PAT) tebu seluas 200 hektare.
Kabupaten Jombang memperoleh alokasi program bongkar ratoon seluas 3.000 hektare dan perluasan areal tanam (PAT) tebu seluas 200 hektare.

 

JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang kembali mendapat dukungan program pengembangan tebu dari Kementerian Pertanian. Tahun ini, Kabupaten Jombang memperoleh alokasi program bongkar ratoon seluas 3.000 hektare dan perluasan areal tanam (PAT) tebu seluas 200 hektare.

’’Saat ini kita tengah mempercepat proses pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) sebagai syarat pelaksanaan program tersebut,’’ kata Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, M Rony, kemarin.

Bantuan yang diberikan pemerintah pusat berupa bibit tebu dan bantuan biaya tenaga kerja (HOK).

Baca Juga: Kejagung Bongkar Dugaan Kasus Korupsi Program MBG, Tiga Mantan Petinggi BGN Ditahan

Alokasi program yang diterima Jombang mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya bergerak cepat melakukan pendataan agar bantuan dapat segera direalisasikan kepada petani.

Program bongkar ratoon dan perluasan areal tanam merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung swasembada gula nasional. Melalui program itu, petani akan memperoleh bantuan bibit unggul serta dukungan biaya tenaga kerja dalam proses penanaman.

Sektor perkebunan tebu masih menjadi salah satu komoditas strategis di Kabupaten Jombang. Berdasarkan data tahun 2024, luas lahan tebu di Jombang mencapai 10.787 hektare dengan total produksi 787.246 ton tebu. Produktivitas rata-rata mencapai 73 ton per hektare dengan rendemen 7,11 persen.

Dari capaian tersebut, produksi gula hablur yang dihasilkan mencapai 61.749 ton. Angka itu menjadikan Kabupaten Jombang sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan gula di Jawa Timur dengan kontribusi sekitar tiga persen terhadap kebutuhan gula tingkat provinsi.

Pada 2025 Jombang mendapatkan alokasi program bongkar ratoon seluas 613,6 hektare dan perluasan areal tanam 61 hektare. Sedangkan pada 2026, alokasi yang diberikan meningkat tajam menjadi 3.000 hektare untuk bongkar ratoon dan 200 hektare untuk perluasan areal tanam.

’’Kami terus melakukan percepatan pendataan CPCL. Semua upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Jombang,’’ tegasnya.(yan/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#swasembada gula nasional #Petani Tebu Jombang #Program Bongkar Ratoon Tebu #Bantuan Kementan untuk Petani Tebu #Dinas Pertanian Jombang