JOMBANG – Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang mulai berjalan bertahap. Dari 80 gerai yang telah di-Launching, KDKMP Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, menjadi salah satu yang sudah membuka layanan transaksi bagi masyarakat.
Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, Senin (2/6), gerai bercat merah-putih yang berada di tepi jalan itu mulai beraktivitas. Sejumlah karyawan tampak bekerja di dalam gedung, sementara rak dan etalase telah terisi berbagai kebutuhan pokok.
Beberapa warga juga terlihat datang untuk melihat maupun berbelanja. Meski demikian, operasional koperasi belum sepenuhnya berjalan maksimal.
Sejumlah etalase masih kosong dan belum terisi berbagai kebutuhan lain, termasuk obat-obatan.
Kepala Desa Mojongapit Mochamad Iskandar Arif mengatakan, gerai mulai beroperasi sejak akhir Mei lalu. Selama beberapa hari terakhir, aktivitas difokuskan pada penataan, pengecekan barang, sekaligus melayani pembeli. ”Insya Allah sudah sejak lima hari ini.
Yang jelas akhir Mei sudah mulai operasional. Karyawan sudah berada di lokasi untuk bersih-bersih dan mengecek barang bersama pengurus koperasi serta saya,” katanya.
Menurut dia, daftar harga barang yang dijual juga telah disiapkan. Saat ini gerai beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Namun, pola operasional ke depan masih menunggu arahan dari PT Agrinas selaku pengelola. ”Yang kemarin buka mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Mungkin nanti menunggu keputusan PT Agrinas dan bisa jadi ada dua sif. Sementara kami belum berani melangkah kalau belum ada petunjuk dari atas,” imbuhnya.
Baca Juga: 96 Desa di Jombang Belum Bangun KDKMP, Begini Langkah Pemkab
Iskandar berharap keberadaan KDKMP mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
”Dengan adanya Koperasi Merah Putih yang sudah buka ini, kami menginginkan koperasi berjalan dan masyarakat senang dengan harga jualnya yang miring. Biarpun hanya selisih sekian rupiah, harga barangnya tetap terjangkau,” ujarnya.
Pemerintah desa juga berharap masyarakat memanfaatkan keberadaan koperasi dengan berbelanja di gerai tersebut. ”Kami berharap masyarakat membeli di sana. Ke depan sesuai program dari pusat,” katanya.
Terkait kemungkinan kontribusi keuntungan koperasi terhadap pendapatan desa, pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut.
Sebab, selama dua tahun pertama pengelolaan KDKMP masih berada di bawah PT Agrinas. ”Untuk pendapatan ke desa masih menunggu petunjuk. Karena selama dua tahun akan dikelola PT Agrinas. Informasinya setelah itu baru dikelola mandiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Jombang Hari Purnomo mengakui sejumlah KDKMP sudah mulai beroperasi dan melayani transaksi jual beli.
Namun, pihaknya belum menerima laporan terbaru terkait perkembangan operasional seluruh gerai. ”Kami belum update. Nanti akan kami monitor,” katanya.
Menurut Hari, kondisi tersebut salah satunya karena masa penugasan pendamping koperasi dari Kementerian Koperasi selama Maret hingga Mei baru saja berakhir. Karena itu, laporan perkembangan terbaru belum diterima.
Ia menegaskan, operasional KDKMP saat ini masih berada di bawah manajemen PT Agrinas.
Pemkab Jombang berharap seluruh gerai yang telah di-launching segera beroperasi agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. ”PT Agrinas pasti terus melakukan langkah-langkah percepatan sesuai penugasan yang diberikan pemerintah, utamanya untuk 80 KDKMP yang kemarin di-launching. Semoga yang lain segera menyusul membuka pelayanan transaksi bagi warga,” katanya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto