JOMBANG – Sekitar 17 ribu meter persegi lahan di Kabupaten Jombang bakal terdampak rencana pembangunan Flyover atau jalan layang Simpang Mengkreng yang berada di perbatasan Jombang, Nganjuk, dan Kediri. Lahan itu berada di kawasan Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Imam Bustomi, mengatakan lahan yang terdampak berada di sisi kanan dan kiri jalur menuju Simpang Mengkreng, yang menjadi akses utama proyek flyover itu.
”Kalau yang di Jombang sekitar 17 ribu meter persegi. Kalau yang Kediri dan Nganjuk saya lupa, tapi totalnya kemungkinan di atas 50 ribu meter persegi,” katanya.
Secara keseluruhan kebutuhan lahan untuk pembangunan Flyover Mengkreng diperkirakan mencapai lebih dari 50 ribu meter persegi, tersebar di tiga wilayah. Yakni Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Kediri.
Besarnya kebutuhan lahan itu membuat pemerintah daerah tidak dapat menanggung pembebasan lahan secara mandiri. Karena itu, dibutuhkan dukungan atau skema sharing anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, tiga kepala daerah yang wilayahnya terdampak juga berencana menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membahas dukungan pembiayaan itu.
”Kalau kemarin kan melihat besarnya kebutuhan anggaran, harapannya ada sharing dari keterlibatan gubernur karena ini melibatkan tiga kepala daerah. Arahnya ke sana. Nanti jawaban Ibu Gubernur seperti apa ya belum tahu,” ujarnya
Saat ini, jadwal pertemuan masih menunggu koordinasi antar-daerah, dengan Kabupaten Nganjuk disebut sebagai pihak yang akan mengatur agenda pertemuan dengan gubernur.
Rencana pembangunan Flyover Mengkreng menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan perlintasan Mengkreng yang menjadi titik temu arus lalu lintas dari Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Kediri. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan, termasuk penyelesaian kebutuhan lahan. (ang/fid)
Editor : Anggi Fridianto