Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (20/5),
pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzil Quran, Mayangan, Jogoroto, Ustad Kamaludin Alhafiz, menjelaskan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua.
’’Berbakti kepada orang tua menyebabkan hidup kita berkah dan diluaskan rezeki,’’ tuturnya.
Di Alquran ada sejumlah perintah yang digandeng. Pertama, taat kepada Allah dan Rasul. Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (QS An-Nisa’ 59).
Kedua, perintah salat dan zakat. Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat (QS Albaqarah 43).
Alkisah, Abdullah bin Ja'far terkenal sangat dermawan. Hampir tidak ada orang meminta bantuan kepadanya kecuali diberi. Anehya, hartanya justru semakin berkah dan tidak pernah habis. Inilah bukti janji Allah bahwa sedekah mendatangkan keberkahan dan pasti diganti.
Ketiga, perintah bersyukur kepada Allah dan berbakti kepada orang tua. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu (QS Luqman 14).
Setelah perintah bersyukur kepada Allah, langsung disusul perintah berterima kasih kepada orang tua. Ini menunjukkan besarnya kedudukan ayah dan ibu dalam Islam.
Allah juga berfirman: Pergaulilah kedua orang tua di dunia dengan cara yang baik (QS Luqman 15).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.
’’Salah satu sebab seretnya rezeki dan hilangnya keberkahan hidup adalah durhaka kepada orang tua. Sebaliknya, doa dan bakti kepada orang tua menjadi pembuka pintu rahmat dan diluaskan rezeki,’’ paparnya.
Hasan al-Bashri berkata: Siapa yang ingin dipanjangkan keberkahan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya.
Alkisah, ada ahli ibadah bernama Uwais al-Qarani. Ia tidak terkenal di bumi, tetapi sangat mulia di langit karena baktinya kepada sang ibu yang sakit dan renta.
Karena baktinya, doa Uwais sangat mustajab. Bahkan Umar bin Khattab diperintahkan Nabi untuk meminta doa kepada Uwais jika bertemu dengannya.
Ini menunjukkan, bakti kepada orang tua dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allah Ta’ala.
Abu Laits as-Samarqandi mengatakan ada tiga cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal:
Pertama, menjadi anak yang saleh. Anak saleh amal jariyah terbesar bagi orang tua.
Amal anak adalah amal orang tua. Ketika anak rajin ibadah, orang tua ikut mendapat pahala. Ketika anak berilmu dan berdakwah, pahala mengalir kepada orang tua. Ketika anak maksiat, orang tua juga ikut menanggung akibat jika lalai mendidik.
Kedua, berbuat baik kepada teman dan kerabat orang tua. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya bentuk bakti paling besar adalah menyambung hubungan dengan orang-orang yang dicintai orang tua.
Abdullah bin Umar pernah memuliakan seorang tua di perjalanan hanya karena orang itu dahulu sahabat ayahnya. Ibnu Umar bahkan memberikan tunggangannya kepada orang tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada sahabat ayahnya.
Ketiga, membacakan istigfar, doa, dan bersedekah untuk orang tua Ada sahabat bertanya kepada Nabi tentang ibunya yang meninggal mendadak. Ia ingin bersedekah atas nama ibunya. Nabi membolehkannya. Ini menjadi dasar, pahala sedekah dapat dihadiahkan kepada orang tua yang telah wafat. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto