Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bendung Jatimlerek Bocor, Ribuan Hektare Sawah di Jombang Terancam Kekeringan

Ainul Hafidz • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:59 WIB
pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek, Kecamatan Plandaan Jebol
pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek, Kecamatan Plandaan Jebol

 

JOMBANG - Petani di wilayah utara Sungai Brantas mulai kebingungan. Pasalnya, suplai irigasi dari intake (Saluran pembagi air) Bendung Jatimlerek terhenti total setelah pintu nomor enam dam mengalami kebocoran parah. Di sisi lain, para petani sangat membutuhkan suplai air untuk keberlangsungan tanaman mereka.

Kades Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jadi, mengatakan kondisi irigasi di wilayah utara Brantas sangat memprihatinkan. Hingga Kamis (28/5), penanganan darurat melalui pembangunan kisdam (tanggul sementara) belum berjalan maksimal. Akibatnya, aliran air ke area persawahan kembali terhenti.

 ’’Wilayah utara Brantas ini sudah membutuhkan air. Tidak ada irigasi lagi. Kemarin sempat ada air waktu flushing (penggelontoran air) dari atas, setelah itu kering lagi,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, pembangunan kisdam di pintu enam bendung juga masih terkendala. Meski sudah dibantu warga dan petani, pemasangan jumbo bag belum mampu menutup kebocoran secara maksimal. Kerja bakti pengisian jumbo bag mulai dilakukan sejak Selasa (26/5) di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Warga bersama petani dari sejumlah desa bergiliran mengisi karung berukuran besar menggunakan material tanah dan pasir. ”Harapan kami pemasangan jumbo bag bisa lebih cepat. Makanya kemarin kami bersama kepala desa lainnya sudah musyawarah untuk mengerahkan masyarakat dan petani membantu pengisian material,” katanya.

Baca Juga: Proyek Bendung Jatimlerek Rp 268 Miliar Terkendala Tanah Pasir, Struktur Utama Belum Dimulai

Hari ini, Dinas PU SDA Jawa Timur dijadwalkan menggelar rapat di Balai Desa Jatimlerek untuk membahas penanganan kebocoran pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek. Peserta rapat melibatkan perwakilan 13 desa dan 17 Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) dari Kecamatan Plandaan serta sebagian Kecamatan Ploso.

 Selain itu, hadir pula BBWS Brantas, PT Wijaya Karya (Wika), dan PPK Irigasi dan Rawa. ”Pembahasannya terkait alternatif penyelesaian kebocoran pintu nomor enam. Kami hanya ketempatan saja, yang melaksanakan rapat Dinas PU SDA Jatim,’’ tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi membenarkan agenda sosialisasi terkait kondisi irigasi Jatimlerek kepada kelompok tani dan kepala desa. Menurut dia, penanganan sementara melalui pembangunan kisdam beru mulai berjalan. Hingga kini, ratusan jumbo bag sudah berhasil diisi.

Baca Juga: Pintu Bendung Jatimlerek Jebol, Ratusan Hektare Sawah di Jombang Mulai Kekeringan

 ”Hingga saat ini laporan kami terima sudah terisi sekitar 400 sampai 500 jumbo bag,’’ ujarnya.

Namun, kebutuhan jumbo bag diperkirakan membengkak dari hitungan awal. Semula hanya diperkirakan membutuhkan 1.200 jumbo bag, kini meningkat menjadi sekitar 2.000 jumbo bag. ”Awalnya diperkirakan butuh 1.200 jumbo bag, tetapi hasil rapat terakhir kemungkinan mencapai 2.000 jumbo bag. Makanya membutuhkan waktu,’’ jelasnya.

Bustomi menambahkan, keterlibatan masyarakat dan petani cukup membantu percepatan pekerjaan di lapangan. ’’Memang petani dan masyarakat sudah ikut membantu mengisi itu,’’ katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek mengalami kebocoran parah bersamaan dengan pengerjaan proyek rehabilitasi bendung yang masih berjalan. Dampaknya, suplai air menuju irigasi petani di wilayah utara Brantas terhenti total. Sedikitnya 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas kini terancam mengalami kekeringan. Petani hanya bisa mengandalkan sumur pompa namun tidak maksimal.

Baca Juga: Proyek Bendung Jatimlerek Rp 268 Miliar Terkendala Tanah Pasir, Struktur Utama Belum Dimulai

Sementara itu, proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek senilai Rp 268,33 miliar hingga awal Mei masih belum memasuki tahap pembangunan struktur utama. Pekerjaan masih difokuskan pada penggalian saluran pengelak sementara di sisi selatan Sungai Brantas, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, serta pembangunan intake sementara di sisi utara.

Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek merupakan program Kementerian PUPR melalui BBWS Brantas. Pekerjaan dilaksanakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan masa kontrak 720 hari kalender, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Desember 2027. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#proyek bendung jatimlerek #Irigasi Jombang #Bendung Jatimlerek bocor #sawah kekeringan Jombang #petani utara Brantas