JOMBANG - Pemkab Jombang mulai menghitung kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades Serentak 2027. Dari total 302 desa, sebanyak 286 desa dipastikan ikut serta.
Total anggaran yang dibutuhkan diprediksi mencapai sekitar Rp 25 miliar. Pemkab masih melakukan pembahasan dan penyesuaian di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sudiro Setiono melalui Sekretaris DPMD Rika Paur Fibriamayusi mengatakan, besaran angka Rp 25 miliar tersebut masih sebatas proyeksi awal.
Baca Juga: Pilkades Antar-Waktu di Sumbergondang Jombang Mulai Diproses, Panitia Segera Dibentuk
”Masih dalam pembahasan itu belum final karena sekarang juga ada semangat efisiensi sehingga masih dihitung dan dikaji kembali,” ujarnya.
Menurut Rika, kebutuhan anggaran cukup besar karena jumlah desa yang mengikuti pilkades serentak juga sangat banyak. Karena itu, pemkab masih menghitung kebutuhan riil pelaksanaan di lapangan.
”Karena yang ikut jumlahnya juga banyak. Tetapi nanti akan dihitung lagi kebutuhan riilnya seperti apa,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Mulai Susun Anggaran Pilkades Serentak 2027, Bakal Diikuti 286 Desa
Dia menjelaskan, anggaran itu nantinya digunakan untuk mendukung seluruh tahapan pilkades. Mulai persiapan administrasi, pembentukan panitia, pengadaan logistik, tahapan pemungutan suara hingga kebutuhan pendukung lainnya.
”Seluruh tahapan tentu membutuhkan anggaran. Jadi sekarang masih disesuaikan lagi dengan kebutuhan di lapangan dan kemampuan anggaran daerah,” tuturnya.
Rika menambahkan, sesuai aturan yang berlaku, seluruh pembiayaan Pilkades Serentak bersumber dari APBD. Karena itu, penyusunan anggaran harus dilakukan secara detail agar pelaksanaannya berjalan sesuai tahapan.
”Sesuai aturan memang sumber anggarannya dari APBD. Karena itu pembahasannya juga harus benar-benar detail agar pelaksanaannya nanti bisa berjalan sesuai tahapan,” tambahnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto