JOMBANG – Persiapan operasional terminal barang di Kabupaten Jombang memasuki babak baru. Setelah sejumlah fasilitas pendukung selesai ditambahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang bersiap menjalankan uji coba operasional terminal. Saat ini, pelaksanaan uji coba tinggal menunggu persetujuan dari pimpinan daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Jombang Sugianto mengatakan, secara umum pekerjaan penambahan sarana dan prasarana di kawasan terminal barang telah rampung. Berbagai fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk menunjang operasional juga sudah dipasang.
”Penambahan fasilitas untuk terminal barang sudah selesai. Rencananya memang akan segera dilakukan uji coba. Namun sebelum itu kami terlebih dahulu akan meminta izin kepada pimpinan, dalam hal ini Bupati,” katanya.
Menurut Sugianto, penambahan sarana tersebut dilakukan agar saat uji coba berlangsung, operasional terminal dapat berjalan lebih optimal dan tidak mengalami banyak kendala di lapangan. ”Kami ingin saat nanti diuji coba fasilitas dasarnya sudah siap. Sehingga kendaraan yang masuk maupun keluar sudah bisa lebih tertata,” ujarnya.
Baca Juga: Wow! Retribusi Terminal Wisata Religi Gus Dur Jombang Raup Rp 261 Juta Selama Empat Bulan
Ia menjelaskan, salah satu fasilitas yang dipasang, yakni barrier gate atau portal otomatis untuk mengatur akses kendaraan keluar masuk terminal. Pemasangan fasilitas tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 15 juta.
Selain itu, Dishub juga menambahkan dua unit RPPJ (Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan) dengan anggaran sekitar Rp 19 juta. ”Kemudian ada pemasangan RPPJ sebagai petunjuk bagi kendaraan. Jadi nanti kendaraan yang masuk tidak kebingungan dengan jalur maupun arah yang harus dilalui,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Dishub juga melengkapi kawasan terminal dengan lampu flashing atau lampu peringatan senilai sekitar Rp 31 juta. Fasilitas tersebut dipasang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan maupun kendaraan barang di sekitar area terminal. ”Lampu peringatan ini untuk mendukung keselamatan. Karena aktivitas kendaraan barang tentu berbeda dengan kendaraan biasa sehingga perlu ada pengaturan dan tanda yang jelas,” katanya.
Untuk mendukung pengaturan lalu lintas, Dishub juga menambah enam unit rambu standar dengan anggaran sekitar Rp 10 juta.
Selain sarana lalu lintas, aspek penerangan juga menjadi perhatian serius. Dishub melakukan penambahan panel Penerangan Jalan Umum (PJU) berikut PJU khusus area parkir dengan anggaran sekitar Rp 65 juta. ”Kami juga menambah penerangan. Karena aktivitas terminal kemungkinan tidak hanya siang hari. Kalau pencahayaan kurang tentu akan berpengaruh terhadap keamanan maupun kenyamanan,” tuturnya.
Sementara untuk menunjang kebutuhan pengguna terminal, telah dibangun fasilitas kamar mandi dengan anggaran sekitar Rp 84 juta. ”Kami juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti kamar mandi supaya pengguna layanan maupun sopir bisa lebih nyaman,” tambahnya.
Baca Juga: Terminal Barang Baru di Kecamatan Perak Tak Kunjung Difungsikan, DPRD Angkat Bicara
Meski sejumlah fasilitas utama telah selesai dipasang, pengembangan kawasan terminal dipastikan belum berhenti. Dishub masih mengusulkan penambahan sejumlah sarana melalui skema Perubahan APBD (P-APBD) 2026. ”Masih ada yang akan kami usulkan melalui P-APBD nanti, seperti pembangunan pos jaga, penambahan lampu PJU, lampu sorot hingga CCTV,” ujarnya.
Menurut Sugianto, penambahan fasilitas tersebut dibutuhkan agar pengawasan di area terminal dapat berjalan lebih maksimal. ”Kalau nanti operasional sudah berjalan, tentu pengawasan harus diperkuat. Karena itu perlu pos jaga dan CCTV agar aktivitas di dalam terminal bisa dipantau,” jelasnya.
Ia berharap uji coba terminal barang nantinya dapat berjalan lancar sehingga keberadaan terminal benar-benar dapat berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya. “Kami berharap saat nanti diuji coba semuanya bisa berjalan baik. Setelah dievaluasi, jika tidak ada kendala berarti bisa dilanjutkan pada operasional penuh,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto