JOMBANG – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono masih berlangsung.
Meski proyek berpotensi molor, Pemkab Jombang tetap membuka penjaringan 270 calon siswa baru untuk tahun ajaran mendatang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, pihak pelaksana proyek memastikan pembangunan tetap selesai sesuai kontrak pada akhir Juni.
”Jadi, pihak pelaksana memastikan proyek bisa rampung sesuai kontrak, akhir Juni. Karena ini berlaku seluruh Indonesia bahwa kontrak harus selesai,” tegas Agus, Kamis (21/5).
Sesuai kontrak kerja, pembangunan Sekolah Rakyat memang ditarget tuntas 100 persen akhir Juni nanti. Namun, jika terjadi keterlambatan, fasilitas utama diprioritaskan lebih dulu agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan.
”Paling tidak fasilitas asrama, fasilitas untuk proses belajar mengajar dipastikan akan selesai, makannya kita berani melangkah melakukan perekrutan calon siswa baru, sebab pihak pelaksana memastikan selesai,” ujarnya.
Saat ini proses penjaringan calon siswa baru terus berjalan. Bahkan target panjaringan dari masing-masing tiga rombel mulai SD, SMP, dan SMA sudah berlebih.
”Kita kita lakukan verifikasi baik administrasi maupun ke lapangan dari desil I, nanti kalua desil 1 belum cukup kita merambah ke desil 2, begitu seterusnya.
Dari laporan terakhir, kuota untuk SMP dan SMA sudah tercapai.
”Yang masih kita kejar itu jenjang SD masih kurang 600 anak dari target 90. Fokusnya mencari anak-anak putus sekolah dan terlantar dari keluarga rentan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Kebut Rekrutmen Sekolah Rakyat 2026, Kuota 270 Siswa Nyaris Terisi
Program penjangkauan berlangsung hingga akhir Mei 2026. Setelah itu, Dinsos bersama BPS akan melakukan verifikasi data dan pengecekan lapangan sebelum pleno penetapan siswa.
Bupati Jombang juga dijadwalkan turun langsung memastikan kondisi calon peserta didik sebelum SK definitif diterbitkan.
”Setelah penjangkauan selesai, kita verifikasi bersama BPS lalu pleno untuk menentukan siswa yang diterima,” ungkapnya.
Tidak hanya siswa baru, nanti 100 orang siswa Sekolah Rakyat yang kini masih menempati gedung sementara di SKB Mojoagung juga akan diboyong ke gedung baru. ”(siswa) yang di Mojoagung sekaligus dipindah,” tegasnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Jombang Dheny Widiyastiti mengatakan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak terlantar dan putus sekolah sehingga tidak mengambil siswa yang masih aktif bersekolah.
”Program Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Jadi tidak mengambil siswa yang saat ini masih aktif bersekolah,” ujarnya.
Untuk diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto