Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jelang Tahun Ajaran Baru, Bupati Jombang Sidak Pembangunan Sekolah Rakyat, Progresnya Baru Capai Segini

Anggi Fridianto • Rabu, 20 Mei 2026 | 07:57 WIB
DIKEJAR TARGET: Bupati Jombang Warsubi meninjau progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Selasa (19/5).
DIKEJAR TARGET: Bupati Jombang Warsubi meninjau progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Selasa (19/5).

 

JOMBANG – Penambahan kuota 270 siswa baru Sekolah Rakyat Jombang tahun ini mendapat perhatian serius dari Bupati Jombang Warsubi.

Pasalnya, pembangunan gedung permanen yang diproyeksikan menampung 1.000 siswa itu hingga kini baru mencapai sekitar 60 persen. 

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Warsubi bersama Wabup Salmanudin, Sekdakab Agus Purnomo, dan sejumlah kepala OPD meninjau langsung progres pembangunan di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Selasa (19/5). ”Untuk progres, sekitar 59, atau 60 persen di Jombang,” ujar Warsubi. 

Ia menegaskan, Pemkab Jombang telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) agar pembangunan rampung akhir Juni 2026. ”Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah, dan fasilitas makan untuk anak-anak,” katanya. 

Meski gedung belum rampung, Pemkab sudah mulai membuka rekrutmen peserta didik baru sesuai arahan Kemensos. ”Pemkab Jombang diminta Kemensos membuka penjangkauan murid baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas,” papar dia. 

Ia menambahkan, sasaran utama penerimaan adalah anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. ”Harapannya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik karena semuanya sudah disediakan pemerintah tanpa biaya,” tuturnya.

Baca Juga: Gedung Belum Rampung, Pemkab Jombang Ngebut Rekrut Siswa Sekolah Rakyat

Terpisah, Kepala Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang dari PT Waskita Karya, Taufik R, mengatakan progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 59 persen, sedangkan khusus bangunan di Jombang sekitar 60 persen. 

Ia memastikan pihak kontraktor dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target pemerintah pusat. ”Kami berupaya agar pembangunan bisa selesai sesuai arahan pak Presiden dan Menteri. Target kami pada 20 Juni,” ujarnya.

Menurut Taufik, prioritas pengerjaan saat ini difokuskan pada ruang kelas, asrama, kantin, dan fasilitas ibadah. Sedangkan fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya.

”Harapannya awal Juli nanti seluruh kelengkapan sudah siap sehingga anak-anak bisa mulai bersekolah secara penuh,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penambahan 270 kuota siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jombang tahun ajaran 2026/2027 memunculkan persoalan baru. Pasalnya, gedung sementara di SKB Mojoagung dipastikan tak mampu menampung lonjakan jumlah siswa.

Kepala SR Terintegrasi 8 Jombang, Andik Minarto, menyebut pemerintah menetapkan tambahan 270 siswa untuk jenjang SD hingga SMA. Dengan tambahan itu, total siswa SR mencapai 370 anak. Kalau semua ditempatkan di Mojoagung tentu tidak muat. Kapasitas hanya sekitar 100 siswa,” ujarnya, Jumat (8/5).

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat di Jombang Terus Dikebut

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek terkait perkembangan pembangunan.

”Kami sudah koordinasi dengan pihak proyeknya, disampaikan progresnya itu 58 persen,’’ terangnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi, Jumat (8/5). 

Dengan progres tersebut, pemkab mulai menyiapkan langkah antisipasi jika pembangunan belum rampung saat kegiatan belajar dimulai.

 ’’Ketika kami tanya apakah bisa digunakan, jawabannya sekarang se-Indonesia semua berjuang. Artinya semua pembangunan SR progresnya seperti itu. Informasinya malah di Nganjuk di bawah Jombang progresnya, jadi Jombang ini lumayan,’’ tuturnya.

Pemkab Jombang bakal menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah dinas teknis. Pembahasan meliputi penjangkauan calon siswa hingga skenario lokasi belajar sementara.

Sejumlah opsi akan disiapkan apabila gedung permanen belum bisa ditempati pada Juli nanti. ’’Nanti akan kami buat skenario, misalnya di sana belum selesai Juli,’’ ucapnya. (ang/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kuota Siswa Baru #dinsos jombang #Bupati Warsubi #sekolah rakyat jombang #pembangunan sekolah