Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Lewat Program BUAIAN, Cara Dinkes Jombang Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Wenny Rosalina • Kamis, 14 Mei 2026 | 07:29 WIB
TELADAN: Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan, bersama pemateri peningkatan kapasitas kader pendamping ibu hamil risiko tinggi.
TELADAN: Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan, bersama pemateri peningkatan kapasitas kader pendamping ibu hamil risiko tinggi.

 

JOMBANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengoptimalkan Program Bunda Anak Impian (BUAIAN) sebagai upaya pendampingan ibu hamil risiko tinggi (risti) melalui kader Posyandu di tingkat desa.

’’Program BUAIAN menjadi salah satu strategi Dinkes untuk memastikan ibu hamil risiko tinggi mendapatkan pendampingan intensif sejak masa kehamilan hingga nifas,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Hexawan Tjahja Widada MKP.

Pendampingan ibu hamil risiko tinggi ini dilaksanakan oleh kader Posyandu. ’’Satu orang ibu hamil didampingi satu kader selama enam bulan,’’ ujarnya.

Dalam program tersebut, kader tidak hanya mendampingi pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Tetapi juga memberikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar turut mendukung kesehatan ibu dan bayi.

’’Kader memberikan informasi dan edukasi kepada ibu hamil, suami, keluarga dan lingkungannya untuk memeriksakan kehamilan dan bersalin di fasilitas kesehatan,’’ urainya.

Baca Juga: Masih Ada 10 SPPG Belum Kantongi SLHS, Begini Penjelasan Dinkes

Kader memiliki peran penting dalam mendeteksi persoalan yang dihadapi ibu hamil di lingkungan masyarakat. Selain karena dekat dengan warga, kader juga memahami kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Pendampingan yang dilakukan kader meliputi dukungan pengetahuan, dukungan moral, bantuan pengambilan keputusan dalam keluarga hingga dukungan akses layanan kesehatan.

’’Kadang ibu hamil butuh dorongan untuk rutin kontrol, dukungan keluarga, bahkan bantuan pengambilan keputusan agar segera dirujuk ketika ada risiko,’’ tuturnya.

Untuk memperkuat kemampuan kader, Dinkes menggelar kegiatan peningkatan kapasitas yang bertujuan meningkatkan pengetahuan kader terkait masalah kesehatan ibu hamil risiko tinggi. Sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi mereka saat melakukan pendampingan.

Baca Juga: Waspada! 2.700 Warga Jombang Terjangkit TBC, Dinkes Perketat Skrining di Lapangan

Sebanyak 115 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Terdiri dari 100 kader kesehatan, tiga peserta lintas program, dan dua narasumber. Narasumber berasal dari dokter umum Puskesmas Mojowarno serta bidan dari Ikatan Bidan Indonesia.

’’Kami berharap, peningkatan kapasitas kader mampu memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keselamatan ibu dan bayi selama masa kehamilan hingga persalinan,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#dinke jombang #program buaian #ibu dan bayi #Jombang