Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pedagang Tak Lagi Minat Tempati Kios, Disdagrin Ancam Segel Lapak Kosong di Pasar Pon Jombang

Ainul Hafidz • Kamis, 14 Mei 2026 | 07:23 WIB
KOSONG: Deretan lapak Pasar Pon Jombang banyak yang kosong.
KOSONG: Deretan lapak Pasar Pon Jombang banyak yang kosong.

 

JOMBANG - Banyaknya lapak kosong di Pasar Pon Jombang mulai mendapat perhatian serius Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin).

Pemkab memastikan akan mengambil langkah tegas dengan menyegel lapak yang dibiarkan mangkrak dan tidak digunakan pedagang.

Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan pihaknya segera menggelar rapat bersama UPT dan koordinator pasar untuk membahas penertiban lapak kosong tersebut.

”Rencananya kami akan mengirim surat kepada pemakai bedak atau lapak yang tidak digunakan,” ujarnya, Rabu (13/5).

Menurut dia, pedagang yang tidak memanfaatkan lapaknya akan mendapat surat peringatan secara bertahap. Jika tetap tidak diindahkan, pemerintah daerah akan mengambil alih kembali lapak tersebut.

Baca Juga: Aneh! Pasar Daerah di Jombang Justru Sepi Usai Direhab Besar-besaran, Kini Ditinggalkan Pedagang

”Surat peringatan akan diberikan satu, dua, dan tiga kali. Kalau sampai tiga kali tidak diindahkan, akan kami segel dan dikembalikan ke pemerintah daerah,” katanya.

Penertiban dijadwalkan mulai dilakukan pekan depan. Disdagrin berharap seluruh lapak di Pasar Pon tetap ditempati agar aktivitas pasar kembali hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. ”Harapan kami sebenarnya lapak tetap ditempati dan digunakan masyarakat, karena manfaatnya kembali ke masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Harga Cabai hingga Sayur Melonjak, Pedagang Pasar Pon Jombang Keluhkan Pembeli Sepi

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Pasar Pon menjadi sorotan lantaran banyak lapak dibiarkan kosong meski pasar tersebut belum genap empat tahun selesai direhabilitasi menggunakan anggaran Rp 3,9 miliar pada 2022.

Pantauan di lokasi menunjukkan terdapat sedikitnya 48 lapak di bagian belakang kios rolling door. Namun, hanya sekitar 20 lapak yang masih aktif digunakan pedagang. Sisanya kosong dan tampak tidak terawat.

Sejumlah lapak terkesan kumuh, dipenuhi sarang laba-laba. Bahkan, satu lapak digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah karena berada di dekat TPS.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Pasar Pon dikerjakan pada 2022 oleh CV Satu Jaya Trenggalek. Pembangunan semula ditarget rampung pada 15 Desember 2022. Namun, proyek molor hingga Februari 2023 setelah dilakukan perpanjangan waktu melalui adendum kontrak. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#pasar pon jombang #Disdagrin Jombang #Jombang #pedagang