JOMBANG – Pemkab Jombang terus mendorong budaya literasi. Di antaranya dengan menggelar lomba bertutur di Pendopo Kabupaten Jombang mulai kemarin hingga hari ini.
’’Ini sebagai bagian dari upaya peningkatan budaya literasi masyarakat, khususnya pada anak-anak usia sekolah dasar,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, Thomson Pranggono.
Serta sebagai implementasi program pengembangan kegemaran membaca dan literasi di Kabupaten Jombang.
Sebanyak 25 peserta tampil Selasa (12/5). Sementara 25 siswa lainnya akan tampil hari ini (13/5).
’’Kami berharap, ini meningkatkan minat baca dan literasi. Juga mengembangkan kemampuan bertutur dan keberanian tampil di depan umum,’’ ungkapnya. Juga menumbuhkan kecintan terhadap cerita rakyat dan budaya lokal. Serta mencari bibit unggul untuk mewakili Kabupaten Jombang pada ajang yang lebih tinggi.
Baca Juga: Tampil Memukau di Depan Dewan Juri, 5 Siswa Jenjang SD Ini Jadi Juara Lomba Bertutur Jombang 2025
Lomba dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, bersama Emma Erfina Salmanudin. Juga Sekdakab Jombang, Agus Purnomo. Didampingi sejumlah pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Serta peserta didampingi guru.
Pemerintah Kabupaten Jombang mendorong penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda melalui pelaksanaan Lomba Bertutur yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba bertutur menjadi sarana penting dalam membangun minat baca sekaligus kemampuan komunikasi anak-anak sejak dini.
’’Saya menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang yang telah menyelenggarakan lomba bertutur ini,’’ ucapnya.
Tahun ini, lomba diikuti 50 peserta terbaik tingkat SD/MI se-Kabupaten Jombang. Agus berharap kegiatan tersebut mampu menjadi penyemangat dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar.
Kemampuan bertutur merupakan bekal penting bagi masa depan anak-anak. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih menyusun kata, membangun rasa percaya diri, dan menyampaikan pesan dengan santun.
’’Kebiasaan membaca dan keberanian berbicara di depan umum akan membentuk generasi yang memiliki wawasan luas, daya pikir yang baik, serta kemampuan komunikasi yang kuat,’’ katanya.
Baca Juga: Gus Zu'em: Kemana Kesantunan Bertutur
Kepada para peserta, Agus berpesan agar mengikuti lomba dengan penuh semangat dan percaya diri. Menang atau kalah merupakan bagian dari proses belajar.
’’Yang paling penting keberanian untuk maju dan terus berkembang menjadi anak yang cerdas dan berkarakter,’’ urainya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah mendukung dan membimbing anak-anak sehingga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan gemar membaca.
’’Melalui kegiatan ini saya berharap akan lahir generasi muda Jombang yang cakap dalam bertutur. Serta memiliki kecintaan terhadap literasi, serta mampu menjaga dan melestarikan budaya lokal,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto