JOMBANG – Penambahan kuota siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jombang tahun ajaran 2026/2027 memunculkan persoalan baru.
Gedung sementara SR di SKB Mojoagung dipastikan tidak mampu menampung lonjakan jumlah siswa.
Di sisi lain, pembangunan gedung permanen SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, masih berpacu dengan waktu.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Jombang Andik Minarto mengatakan, pemerintah telah menetapkan tambahan kuota sebanyak 270 siswa untuk jenjang SD hingga SMA.
’’Sudah diinformasikan oleh Pak Kadinsos bahwa kuota siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran baru sebanyak 270 siswa,’’ ujarnya, Jumat (8/5).
Tambahan tersebut terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Dengan tambahan itu, total siswa Sekolah Rakyat Jombang mencapai 370 anak, termasuk 100 siswa yang saat ini belajar di SR Mojoagung.
Namun, kapasitas gedung sementara di Mojoagung sangat terbatas.
’’Kalau seluruhnya ditempatkan di SR Mojoagung tentu tidak muat. Kapasitas di SR Mojoagung hanya sekitar 100 siswa,’’ katanya.
Baca Juga: Kuota Sekolah Rakyat Jombang Ditetapkan 270 Siswa, Anak Terlantar dan Putus Sekolah Jadi Prioritas
Karena itu, tambahan ratusan siswa baru disiapkan untuk menempati gedung permanen SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang kini masih dalam tahap pembangunan.
Menurut Andik, pembahasan teknis terkait penambahan kuota dan penempatan siswa bakal dilakukan bersama Dinas Sosial pekan depan.
’’Minggu depan akan ada koordinasi terkait penjangkauan siswa,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan, proses rekrutmen siswa sepenuhnya dilakukan Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pihak sekolah hanya membantu sosialisasi pembelajaran di SR. ’’Kami hanya diminta membantu sosialisasi mengenai kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat,’’ jelasnya.
Calon siswa nantinya diprioritaskan berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Setelah itu, data akan diverifikasi melalui ground checking oleh Dinas Sosial dan pendamping PKH.
Sementara itu, kebutuhan tenaga pengajar tambahan belum dihitung detail. Terutama untuk jenjang SD yang hingga kini belum tersedia di SR Mojoagung.
’’Kalau guru belum kami analisa, terutama guru SD karena di SR Mojoagung saat ini memang belum ada guru SD,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan gedung permanen SR di Desa Tunggorono masih terus dikebut.
Sejumlah bangunan mulai berdiri, sebagian menyelesaikan pengecoran dan pemasangan rangka atap.
Baca Juga: DPRD Jombang Soroti Proyek Sekolah Rakyat Rp 200 Miliar, Minta Koordinasi Pusat-Daerah Diperkuat
Kepala Dinas PUPR Jombang melalui Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Edy Yulianto mengatakan, proyek ditargetkan selesai akhir Juni 2026 agar bisa digunakan saat tahun ajaran baru dimulai Juli mendatang.
’’Informasinya akhir Juni harus sudah selesai, karena untuk pembelajaran tahun ajaran baru dimulai Juli,’’ katanya.
Jika pembangunan rampung, seluruh aktivitas belajar SR yang kini berlangsung di SKB Mojoagung akan dipindahkan ke gedung baru.
’’Ketika pembangunan selesai, kegiatan Sekolah Rakyat di Kecamatan Mojoagung bakal diboyong ke bangunan baru itu,’’ bebernya (3/5).
Berdasarkan papan proyek, pembangunan Sekolah Rakyat dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto