Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Heboh Data Pajak Jombang Bocor di Dark Web, Diskominfo Sebut Bukan dari Database Utama

Ainul Hafidz • Jumat, 1 Mei 2026 | 08:01 WIB
cuplikan 100 ribu data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang disebut tengah bocor dan dijual bebas di darkweb.
cuplikan 100 ribu data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang disebut tengah bocor dan dijual bebas di darkweb.

 

JOMBANG - Polemik dugaan kebocoran 100 ribu data wajib pajak di Kabupaten Jombang kembali direspons Pemkab Jombang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jombang, Endro Wahyudi, menegaskan perlindungan data pribadi menjadi prioritas utama pemerintah daerah di tengah meningkatnya ancaman serangan siber.

”Hasil penelusuran sementara menunjukkan dugaan kebocoran tidak berasal dari database terpusat Pemkab Jombang. Indikasi celah keamanan mengarah pada satu sistem spesifik, yakni aplikasi e-PST,” katanya.

Endro menjelaskan, aplikasi e-PST sebenarnya telah mendapatkan pembaruan sistem keamanan. Namun insiden tetap terjadi akibat ketidaksesuaian prosedur operasional di tingkat internal pengguna. ”Hal ini membuka potensi celah keamanan yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk mengakses data sensitif,” tuturnya.

Baca Juga: Gawat! 100.000 Data Wajib Pajak di Bapenda Jombang Dikabarkan Bocor Dijual di Darkweb

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Jombang memutuskan memindahkan server aplikasi e-PST ke infrastruktur Pusat Data Diskominfo.

”Langkah ini penting untuk meningkatkan sistem keamanan dan meminimalkan risiko kebocoran data pajak Jombang di masa mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang, Sholahuddin Hadi Sucipto, mengakui serangan siber bukan kali pertama terjadi di lingkungan Pemkab.

”Memang beberapa kali ada serangan. Setelah kemarin sempat muncul data nama wajib pajak di dark web, kami langsung menutup celah keamanan dan berkoordinasi dengan Diskominfo Jombang agar sistem lebih aman,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan kebocoran mencuat setelah akun X @DailyDarkWeb mengunggah dataset yang diklaim berasal dari sistem layanan pemerintah daerah.

Unggahan itu menyebut terdapat sekitar 100 ribu data dalam format CSV periode 2025–2026, mencakup nama warga, nomor telepon, hingga rincian layanan pajak. Temuan ini memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan data pribadi, khususnya dalam layanan pajak daerah yang dikelola Pemkab Jombang. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#data wajib pajak #bapenda jombang #Jombang #Bocor