Radarjombang.id - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jombang saat ini telah nihil. Namun upaya pencegahan dengan vaksinasi tetap digencarkan karena mendekati Hari Raya Idul Adha.
’’Capaian vaksinasi sampai Selasa (21/4) sudah di kisaran 6.000 dosis,’’ kata Kepala Dinas Peternakan Jombang, M Saleh, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Aziz Daryanto.
Distribusi vaksin tahap kedua sudah berjalan signifikan. Dari total 25.000 dosis yang diterima, sebanyak 11.500 dosis telah disalurkan ke seluruh tim vaksin di lapangan.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan sistem berbasis tim kerja. Saat ini, Disnak Jombang menerjunkan 13 tim vaksin yang masing-masing bertanggung jawab menangani satu hingga tiga kecamatan.
’’Total ada 13 tim vaksin. Setiap tim mengampu satu sampai tiga kecamatan, sehingga pelaksanaan bisa lebih efektif dan merata,’’ terangnya.
Baca Juga: Kasus PMK di Jombang Masih Mengintai, Untungnya Pemkab Dapat Tambahan 25 Ribu Dosis Vaksin PMK
Sasaran vaksinasi tetap mencakup seluruh wilayah di Kabupaten Jombang, yakni 21 kecamatan. Menurut Aziz, langkah ini penting untuk menjaga kondisi tetap aman dari ancaman PMK, meskipun saat ini tidak ditemukan kasus aktif.
“Kami tetap menyasar 21 kecamatan. Walaupun saat ini sudah zero kasus, vaksinasi tetap kami optimalkan sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.
Baca Juga: Luar Biasa! Vaksinasi PMK di Jombang Catat Rekor, Zero Case Tetap Terjaga
Ia menambahkan, vaksinasi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan ternak, khususnya sapi dan hewan berkuku belah lainnya yang rentan terhadap PMK. Dengan cakupan vaksin yang terus diperluas, diharapkan kekebalan populasi ternak di Jombang semakin kuat.
Disnak Jombang juga mengimbau para peternak untuk tetap proaktif mendukung program vaksinasi. Selain itu, peternak diminta menjaga kebersihan kandang dan rutin memantau kondisi hewan ternaknya.
“Peran peternak juga sangat penting. Kami harap mereka kooperatif saat tim datang ke lapangan, sehingga target vaksinasi bisa tercapai maksimal,” ungkapnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto