JOMBANG – Pemkab Jombang komitmen menjaga toleransi dan keberagaman suku maupun etnis. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar kegiatan temu suku dan etnis Kabupaten Jombang di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Jumat (17/4) malam.
Sekretaris Daerah, Agus Purnomo, menyampaikan, Kabupaten Jombang memiliki kekuatan kultural yang bersumber dari nilai religius dan kearifan lokal. Ia menyebut Jombang sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman yang dimiliki.
”Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri memiliki kekuatan kultural dari nilai religius dan kearifan lokal. Jombang juga menjadi miniatur Indonesia karena keberagamannya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dengan berpegang pada filosofi lokal. “Prinsip rukun agawe santosa, crah agawe bubrah harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memaparkan capaian Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2025 yang menunjukkan hasil positif. Kabupaten Jombang mencatat skor rata-rata 6,83 dengan kategori baik.
Baca Juga: Pejabat Pemkab Jombang Diduga Tekan Kades Mancar, Diminta Teken Lahan Tak Bersengketa
”Dimensi keberagaman meraih skor tertinggi 7,10, disusul budaya 6,84, sosial 6,81, dan ekonomi 6,62,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi yang diwakili Wabup Salmanudin Yazid menyampaikan, pembangunan daerah di Jombang terus berjalan seimbang antara aspek fisik dan non-fisik. Termasuk penguatan karakter bangsa, nilai toleransi, serta harmoni sosial. “Ini bagian dari upaya mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua,” katanya.
Ia juga berharap kehadiran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai organisasi kemasyarakatan terus memperkuat perannya sebagai wadah dialog lintas etnis dan mediator sosial di tengah masyarakat. ”FPK diharapkan menjadi penggerak nilai toleransi dan persatuan,” ungkapnya.
Baca Juga: Gus Zuem: Menggadaikan Amanat
Terpisah, Ketua FPK Jombang KH Zaimudin As'ad (Gus Zuem) menyampaikan melihat tingginya antusiasme kehadiran perwakilan berbagai suku danetnis di Jombang, mengindikasikan masyarakat Jombang sangat cinta damai dan keharmonisan. "Sebenarnya banyak yang ingin hadir, tapi undangannya kami batasi sesuai kemampuan,'' pungkasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto