Radarjombang.id - Jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Kabupaten Jombang tahun ini menurun drastis. Hal ini terjadi seiring berkurangnya alokasi dana desa (DD) dari pemerintah pusat.
’’Di desa kami dari enam penerima, sekarang tinggal satu orang,’’ kata Kepala Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang Erwin Pribadi, kemarin (17/4).
Penyusutan tersebut terjadi karena alokasi dana desa yang diterima desa terpangkas drastis. Sehingga alokasi hanya sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dampaknya, total anggaran BLT DD di desanya juga ikut merosot tajam.
”Tahun ini cuma satu penerima dengan nilai Rp 3,6 juta. Padahal tahun lalu anggarannya bisa sampai Rp 21,6 juta,” jelasnya.
Baca Juga: Jumlah KPM Penerima BLT DD di Jombang Tahun Ini Merosot, Ini Sebabnya
Sementara itu, data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang menunjukkan penurunan signifikan secara keseluruhan.
Kepala DPMD Jombang Sudiro Setiono melalui Sekretaris DPMD Jombang, Rika Paur Fibriamayusi, menjelaskan, pada 2026, total anggaran BLT DD tercatat sebesar Rp7.253.640.000 dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 2.241, yang tersebar di 279 desa.
”Sementara itu, pada 2025 lalu, anggaran BLT DD mencapai Rp 32.209.200.000 dengan jumlah penerima 8.947 KPM di 302 desa," ujar dia.
Ia mengatakan, penurunan jumlah penerima BLT DD merupakan konsekuensi langsung dari berkurangnya dana desa. ”Ya BLT DD bersumber dari dana desa,” terangnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto