Radarjombang.id - RSUD Jombang menyiapkan langkah besar. Untuk membangun gedung 10 lantai, rumah sakit daerah itu mengajukan pinjaman hingga Rp 400 miliar ke pemerintah pusat.
Dana jumbo tersebut rencananya diajukan ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan tenor pengembalian selama 10 tahun.
Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, menyebut proposal pengajuan hampir rampung dan tinggal menunggu persetujuan bupati. ”Proposal sudah mencapai sekitar 90 persen dan segera diajukan untuk mendapatkan persetujuan Abah bupati,” ujarnya.
Dengan skema tersebut, RSUD memperkirakan beban cicilan sekitar Rp 40 miliar per tahun. Pembayaran baru dilakukan setelah gedung selesai dibangun dan mulai difungsikan.
”Estimasi yang kami buat dalam proposal kurang lebih sekitar Rp 400 miliar. Kami akan mengangsur selama 10 tahun ke depan, jadi setiap tahun sekitar Rp 40 miliar. Insya Allah rumah sakit mampu,” terangnya.
Baca Juga: Selamat! RSUD Ploso Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026, Ini Kiatnya
Gedung baru dirancang berdiri di lahan eks Dinas Kesehatan di belakang area RSUD dengan luas sekitar 25 x 150 meter. Keterbatasan lahan membuat pembangunan dilakukan secara vertikal. Awalnya hanya tujuh lantai. Namun, setelah dihitung ulang kebutuhan ruang dan parkir, desain dinaikkan menjadi 10 lantai.
”Awalnya tujuh lantai, tapi setelah dihitung kebutuhan parkir masih kurang. Maka kami rencanakan 10 lantai agar kebutuhan parkir bisa tertampung, baik roda dua maupun roda empat,” katanya.
Gedung tersebut tidak hanya difungsikan sebagai area parkir, tetapi juga untuk menunjang layanan kesehatan. Proyek ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kapasitas RSUD ke depan. Menariknya, seluruh proses pembangunan akan ditangani pemerintah pusat. RSUD hanya mengajukan kebutuhan dan nantinya menerima bangunan dalam kondisi siap pakai.
”Untuk perencanaan detail seperti DED dan pelaksanaan pembangunan dilakukan kementerian. Kami nanti menerima dalam kondisi jadi dan langsung menggunakan,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto