Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Dampak Banjir Luapan Afvoer Watudakon, 225 Hektare Sawah di Kesamben Jombang Gagal Panen Akibat Puso

Anggi Fridianto • Kamis, 16 April 2026 | 08:55 WIB
TERENDAM: Sawah di Desa Carangrejo masih terendam banjir (1/4) lalu.
TERENDAM: Sawah di Desa Carangrejo masih terendam banjir (1/4) lalu.

 

Radarjombangid - Banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Kesamben berdampak serius pada sektor pertanian. Dinas Pertanian (Disperta) Jombang mencatat, sebanyak 225 hektare sawah mengalami puso atau gagal panen, dari total 421 hektare lahan terdampak.

Kepala Disperta Jombang, M. Rony, mengatakan, mayoritas lahan yang terdampak ditanami padi dengan usia tanam antara 25 hingga 55 hari.

Kondisi tersebut membuat tanaman tidak mampu bertahan setelah terendam cukup lama. ”Total terdampak 421 hektare, dengan 225 hektare di antaranya puso. Kami masih lakukan pendataan lanjutan serta menyiapkan langkah penanganan bagi petani,” ujarnya.

Ia menyampaikan, ratusan sawah yang terdampak puso diakibatkan luapan banjir dari afvoer Watudakon yang terjadi selama sepekan lebih di awal April lalu. ”Ya dampak dari Afvoer Watudakon,’’ papar dia.

Rony menambahkan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah pemulihan, mulai dari bantuan benih hingga pendampingan percepatan tanam ulang bagi petani terdampak. ”Sementara kita data. Nanti di P-APBD 2026 kita usulkan benih bantuan petani yang terdampak. Untuk musim berikutnya,’’ jelas dia.

Baca Juga: 65 Hektare Sawah di Jombang Puso Akibat Banjir, Pemkab Matangkan Bantuan Stimulan untuk Petani

Data yang dihimpun, lahan terdampak paling luas tercatat di Desa Kedungbetik mencapai 180 hektare, dengan 80 hektare di antaranya puso. Disusul Desa Watudakon dengan total 110 hektare terdampak dan 70 hektare puso. Kemudian Desa Carangrejo tercatat 60 hektare terdampak dengan 25 hektare puso. Sementara desa lainnya mengalami dampak bervariasi, mulai dari 5 hingga 30 hektare.

Kondisi di lapangan juga dibenarkan Kepala Desa Carangrejo, Supriji. Ia menyebut puluhan hektare sawah di wilayahnya terendam banjir hingga menyebabkan tanaman rusak. ”Iya terendam, yang tanam kemarin sudah busuk,” katanya.

Baca Juga: 85 Hektare Sawah di Ngusikan Jombang Puso Akibat Banjir, Ini Sikap Dinas Pertanian

Menurut dia, genangan terjadi sekitar 10 hari akibat luapan afvoer Watudakon. Banjir merendam sejumlah titik persawahan di beberapa dusun. ”Yang terdampak di Dusun Cangkringmalang sekitar 37 hektare, Dusun Kedungmulyo sekitar 22 hektare, dan Dusun Kandangan sekitar 40 hektare,” bebernya.

Namun, untuk luas lahan yang benar-benar puso di wilayahnya, pihak desa belum memiliki data pasti. ”Kalau yang puso berapa kami belum data, datanya ada di Disperta Jombang,” tandasnya. Ia berharap pemerintah mencarikan solusi konkret mengatasi permasalahan banjir yang hampir setiap tahun merendam wilayah Kesamben, terutama area persawahan. ”Tiap musim hujan banyak sawah tergenang,” tandasnya. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Kecamatan Kesamben #Jombang #sawah puso #Dinas Pertanian Jombang