Radarjombang.id - Pemerintah Kabupaten Jombang terus mengantisipasi ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha. Terbaru, sebanyak 25.000 dosis vaksin PMK tahap II diterima dan langsung digeber pendistribusiannya.
’’Begitu vaksin datang, langsung kami distribusikan ke tim di lapangan. Kami tidak ingin ada jeda, karena percepatan vaksinasi ini sangat krusial,’’ kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang, drh Azis Daryanto, (14/4).
Tambahan vaksin ini menjadi penguat langkah pencegahan. Sekaligus memastikan populasi ternak di Jombang tetap dalam kondisi aman. Pasalnya, menjelang hari besar keagamaan, lalu lintas ternak dipastikan meningkat signifikan, baik untuk kebutuhan kurban maupun perdagangan antar daerah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang, drh. Azis Daryanto, menegaskan bahwa vaksin yang datang tidak disimpan lama. Seluruhnya langsung disalurkan kepada tim vaksinator untuk segera diaplikasikan ke ternak milik peternak.
Sebanyak 13 tim vaksinator telah disiagakan untuk menyisir wilayah-wilayah sentra peternakan. Mereka bergerak secara masif guna mengejar target cakupan vaksinasi, terutama pada sapi dan kambing yang rentan terhadap PMK.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Meski saat ini Jombang telah berada dalam kondisi nol kasus PMK, potensi penularan tetap mengintai. Apalagi dengan tingginya mobilitas ternak dari luar daerah.
Baca Juga: Waduh! Masih Ada 147 Ekor Sapi Terpapar PMK di Kabupaten Jombang, Berikut Rinciannya
“Status kita memang zero case. Tapi bukan berarti kita lengah. Justru sekarang harus lebih waspada agar kondisi ini bisa dipertahankan,” imbuhnya.
Selain vaksinasi, Disnak juga mengintensifkan edukasi kepada peternak. Mereka diminta aktif menjaga kebersihan kandang, rutin memeriksa kesehatan hewan, serta segera melapor jika menemukan gejala mencurigakan.
Upaya ini sekaligus menjadi bentuk perlindungan terhadap ekonomi peternak. Dengan ternak yang sehat, risiko kerugian akibat wabah bisa ditekan, dan pasokan hewan kurban tetap terjaga kualitasnya.
Di sisi lain, percepatan vaksinasi juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan hewan ternak di Jombang. Terlebih, daerah ini menjadi salah satu pemasok hewan kurban di Jawa Timur.
“Target kami bukan hanya bebas PMK, tapi juga memastikan ternak di Jombang benar-benar sehat dan layak konsumsi,” ucapnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto