Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

LPG 3 Kg Langka Parah, Warga di Jombang Rela Nyebrang Sungai Brantas Demi Cari Gas Melon

Anggi Fridianto • Rabu, 15 April 2026 | 13:05 WIB
Elpiji 3 KG
Elpiji 3 KG

 

Radarjombang.id - Keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram terus berlanjut. Hingga Selasa (14/4), sejumlah warga di wilayah utara Brantas mengaku masih kesulitan menemukan gas bersubsidi tersebut. Stok LPG di sejumlah pengecer kosong. Warga harus mencari hingga ke luar wilayah dengan harga jauh di atas HET.

Darmanto, warga Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, menuturkan sejak beberapa hari terakhir tidak berhasil menemukan elpiji 3 kg. ”Sampai pagi tadi belum bisa dapat, tadi keliling di kampung semuanya kosong, sempat ke tetangga desa juga tidak ada, akhirnya pulang dengan tangan kosong,” ujarnya. Akibatnya, ia gagal memasak dan terpaksa membeli makanan di warung. ”Gak bisa masak lauk, akhirnya ya beli,” tambahnya.

Baca Juga: Banyak Warga Keluhkan Langkanya Elpiji 3 Kilogram, Disdagrin Jombang Ungkap Biang Keroknya

Keluhan serupa disampaikan Yana, warga Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu. Ia mengaku harus mencari hingga ke luar kecamatan untuk mendapatkan gas. ”Ini tadi sudah keliling ke beberapa desa dalam dua hari terakhir dan masih tidak ketemu, habis semua, bahkan di toko madura juga kosong,” ungkapnya.

Yana akhirnya mendapatkan elpiji di Kecamatan Ploso, namun dengan harga tinggi. ”Akhirnya tadi dapat di Ploso, tapi harganya yang tidak bisa normal. Dapatnya tadi di harga Rp 25 ribu satu tabungnya,” ujarnya.

Kondisi ini juga dirasakan Yunan, warga Kecamatan Kudu sekaligus pemilik kantin sekolah. Ia menyebut kelangkaan elpiji sangat mengganggu usaha kecil. “Seminggu ini susah, kami UMKM ini sangat terdampak,” katanya. Ia bahkan harus menyeberang sungai Brantas untuk mencari pasokan. ”Sudah nyari ke Ploso dan Kabuh tidak nemu, akhirnya dapat di Kesamben, harganya juga Rp 22 ribu per tabungnya, tapi mau bagaimana lagi, daripada tidak ada ya tetap dibeli,” ujarnya.

Warga berharap kelangkaan segera teratasi dan harga kembali normal. ”Ya semoga bisa segera kembali normal, karena dengar-dengar di Mojokerto aman saja,” pungkas salah satu warga.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang mengakui adanya kelangkaan elpiji 3 kilogram di Jombang. Dari hasil pengecekan, Disdagrin menyebut hal itu dikarenakan masalah distribusi.

”Memang ada keluhan dari masyarakat soal sulitnya elpiji 3 kilogram, dan kami sudah melakukan pengecekan juga,”  terang Kepala Disdagrin Jombang Anjik Eko Saputro (11/4).

Baca Juga: Di Jombang Elpiji 3 Kg Mulai Sulit Dicari, Harganya Juga Melonjak di Atas HET

Pihaknya mengatakan, telah melakukan monitoring langsung ke lapangan, termasuk berkoordinasi dengan agen dan distributor. Hasilnya, kelangkaan yang dirasakan masyarakat dipicu keterlambatan distribusi, bukan berkurangnya pasokan. ”Sudah kami monitoring. Dari agen dan distributor, sebenarnya tidak ada pengurangan, hanya pengirimannya yang terlambat,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut terjadi pada proses distribusi dari depo ke agen. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan kendala armada pengiriman. “Memang ada kendala di kendaraan distribusi. Jadi pengirimannya agak tersendat,” katanya.

Meski demikian, Anjik memastikan kondisi tersebut bersifat sementara. Ia menyebut distribusi elpiji diperkirakan mulai kembali lancar pada pekan depan. ”Insya Allah minggu depan sudah mulai lancar kembali,” ucapnya.

Disdagrin juga menegaskan belum ada data pasti terkait persentase keterlambatan distribusi. Namun yang jelas, kondisi ini bukan disebabkan oleh pengurangan kuota dari pusat. ”Kita belum sampai menghitung persentasenya. Tapi yang pasti bukan karena pasokan berkurang, hanya keterlambatan distribusi saja,” tegasnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#elpiji 3 kg langka #Elpiji #Jombang #sulit didapat