JOMBANG – Rencana pembangunan flyover di Simpang Mengkreng mulai digodok serius.
Tiga pimpinan daerah yakni Bupati Jombang Warsubi, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menggelar pertemuan di Pos Polisi Mengkreng, Kediri, Rabu (8/4).
Pertemuan membahas solusi kemacetan kronis di kawasan tersebut melalui pembangunan flyover. Ketiganya mencermati peta sirkulasi kendaraan sebagai dasar perencanaan jalur.
Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Ditho menyebut, Simpang Mengkreng masuk tiga besar titik kemacetan di Indonesia berdasarkan audit BPK. Kepadatan lalu lintas meningkat signifikan saat Ramadan.
“Ini menjadi perhatian bersama. Kita cari formulasi terbaik agar arus kendaraan bisa terurai,” ujarnya.
Rencana awal, pembangunan akan mencakup ruas dari wilayah Jombang dengan dua percabangan menuju Kediri dan Nganjuk. Skema tersebut diharapkan mampu mengurai simpul kemacetan di jalur arteri antarkota.
Baca Juga: Macet Parah H+2 Lebaran di Bandarkedungmulyo–Mengkreng, Waktu Tempuh Molor hingga 5 Jam
Bupati Jombang Warsubi memastikan, hasil pertemuan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan proposal. Dokumen tersebut akan diajukan ke Pemprov Jawa Timur dan pemerintah pusat.
“Dalam satu sampai dua minggu proposal kita rampungkan. Setelah itu kami bertiga akan menghadap Gubernur Jawa Timur, lalu ke Jakarta untuk pembahasan lanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyebut, pembahasan lintas daerah ini sudah diinisiasi sejak pekan lalu. Koordinasi teknis bakal dilanjutkan melalui rapat lintas OPD.
“Besok perwakilan PUPR, Bappeda, dan Dishub dari tiga daerah akan rapat di Jombang. Target minggu depan sudah ada proposal dan rekomendasi,” tegasnya.
Simpang Mengkreng dikenal sebagai titik pertemuan arus kendaraan dari Kediri, Jombang, dan Nganjuk. Lokasi ini menjadi jalur utama penghubung Surabaya menuju wilayah selatan seperti Madiun, sehingga kerap terjadi penumpukan kendaraan, terutama pada jam sibuk dan musim libur. (ang)
Editor : Anggi Fridianto