JOMBANG – Dinamika Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Jombang mulai mengerucut. Sejumlah nama bakal calon ketua bermunculan, salah satunya Hadi Atmaji. Bukan sekadar maju, mantan ketua DPC PKB Jombang itu datang dengan misi yang lebih besar, yakni membawa PKB naik kelas.
Pengalaman menjadi salah satu modal utama. Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, saat berada di bawah kepemimpinannya, PKB Jombang mampu meraih 12 kursi di DPRD. Raihan tersebut mengukuhkan posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik dominan di Jombang.
Capaian itu tak ingin berhenti sebagai catatan semata. Hadi mengaku memiliki komitmen untuk terus mendorong peningkatan performa partai ke depan. ”Ke depan harus lebih baik. Target kami PKB tetap menjadi pemenang,” ujarnya.
Ia bahkan memasang target lebih tinggi pada Pileg 2029. Jumlah kursi PKB ditargetkan bisa menembus minimal 15 kursi di DPRD Jombang. Target tersebut dinilai realistis dengan catatan mesin partai bergerak lebih solid dan terstruktur.
Sejumlah strategi pun mulai disiapkan. Salah satu fokus utama adalah memperkuat basis kader di tingkat bawah, terutama dengan melibatkan generasi muda di setiap daerah pemilihan (dapil).
Baca Juga: Kursi Ketua PKB Jombang Diperebutkan 7 Kandidat, Ada Nama Wabup Muncul
Menurut Hadi, regenerasi menjadi kunci keberlanjutan partai. Kader-kader muda perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi ujung tombak perjuangan politik di masa mendatang. ”Setiap dapil harus ada kader muda yang dipersiapkan. Mereka harus diberi ruang sekaligus dibekali,” terangnya.
Tak sekadar merekrut, pembinaan juga menjadi perhatian. Kader muda akan didorong aktif melalui berbagai kegiatan sosial dan kerja nyata di tengah masyarakat. ”Dengan begitu, keberadaan partai tidak hanya terasa saat momentum politik, tetapi hadir secara konsisten,” tegasnya.
Ia menegaskan, kader PKB harus mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Peran itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat basis dukungan. ”Kader harus hadir dan memberi manfaat. Bukan hanya secara struktural, tapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain penguatan kader, konsolidasi internal juga menjadi perhatian. ”Soliditas antar-struktur partai, mulai tingkat ranting hingga cabang, menjadi faktor penentu dalam menghadapi kontestasi politik ke depan,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto