RadarJombang.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang, Jumat (3/4).
Salah satu agenda utamanya adalah meninjau kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 yang berlokasi di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.
Kedatangan menteri disambut jajaran pengelola sekolah, guru, serta para siswa. Dalam kunjungan tersebut, Arifah berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki sekolah. Mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, hingga sarana penunjang kegiatan siswa lainnya.
Tak hanya melihat fasilitas, Arifah juga menyempatkan berdialog langsung dengan para siswa. Ia berbincang santai dengan sejumlah peserta didik yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga ekstrakurikuler.
Dalam dialog itu, ia memberikan motivasi agar para siswa tetap semangat dalam menempuh pendidikan.
Menurut Arifah, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 sudah cukup memadai dan mendukung proses pembelajaran. Ia menilai lingkungan sekolah juga cukup kondusif bagi perkembangan anak. ”Anak-anak harus bersyukur bisa menempuh pendidikan di sini. Kesempatan ini tidak dimiliki semua orang. Karena itu manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Selain dengan siswa, Arifah juga menggelar dialog bersama para guru, wali asrama, serta tenaga kependidikan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, ia mendengarkan langsung berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi para pendidik dalam mendampingi siswa dengan latar belakang yang beragam.
Ia mengakui, perbedaan latar belakang siswa menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendidikan di sekolah rakyat.
Namun, ia menilai hal tersebut justru menjadi ruang pengabdian bagi para pendidik untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak. ”Memang latar belakangnya berbeda-beda, sehingga kesulitannya juga berbeda. Tapi saya melihat ada komitmen yang luar biasa dari para guru dan pengasuh di sini,” ungkapnya.
Arifah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga pendidik dan pengelola sekolah atas dedikasi mereka. Menurutnya, peran mereka sangat penting dalam memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
”Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi dan komitmen yang luar biasa. Semakin capek, semakin besar pula nilai pengabdian yang dicatat sebagai kebaikan,” tuturnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto