Radarjombang.id - Polemik ambrolnya kanopi Pasar Ploso terus bergulir. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang akhirnya buka suara dalam hearing bersama Komisi C DPRD Jombang, Kamis (2/4).
Dalam forum tersebut, Disdagrin memaparkan kondisi terbaru sekaligus langkah yang akan diambil, termasuk rencana audit independen.
Kepala Disdagrin Jombang Anjik Eko Saputro mengatakan, pihaknya memenuhi panggilan dewan untuk memberikan penjelasan secara terbuka terkait insiden ambrolnya kanopi pasar tersebut. Menurutnya, seluruh pertanyaan dari Komisi C telah dijawab sesuai data dan informasi yang dimiliki. ”Kami dipanggil hearing untuk masalah kejadian ambrolnya proyek Pasar Ploso. Apa yang ditanyakan Komisi C, kami jawab,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Jombang Panggil Disdagrin Buntut Ambrolnya Kanopi Pasar Ploso, Cium Aroma Kegagalan Proyek
Dalam rapat tersebut, salah satu poin penting yang mengemuka adalah rekomendasi menghadirkan tim ahli guna melakukan audit menyeluruh terhadap proyek Pasar Ploso.
Tim ini nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk menelusuri penyebab ambrolnya kanopi, sekaligus mengkaji aspek perencanaan hingga pelaksanaan proyek. ”Ada rekomendasi tim ahli yang akan datang ke Pasar Ploso untuk melakukan audit,” jelasnya.
Ia menegaskan, tim audit tersebut bersifat independen dan akan ditunjuk langsung oleh Komisi C DPRD Jombang. Langkah ini diambil untuk memastikan proses audit berjalan objektif, transparan, serta tidak terpengaruh pihak manapun.
”Nanti ada tim audit independen dan ditunjuk oleh Komisi C DPRD Jombang,” tegasnya.
Tak hanya itu, Anjik mengungkapkan bahwa proyek Pasar Ploso sejatinya juga telah lebih dulu menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sejumlah dokumen terkait proyek tersebut bahkan telah diminta dan diperiksa beberapa waktu lalu.
”Pasar Ploso ini juga sudah diaudit BPK, dokumen-dokumennya sudah diminta sebelumnya,” imbuhnya.
Terkait kondisi fisik bangunan, Disdagrin memastikan bahwa perbaikan kanopi yang ambrol pada kejadian pertama telah selesai dilakukan oleh pihak kontraktor. Sementara itu, kerusakan lain yang terjadi akibat puting beliung masih dalam proses penanganan. ”Untuk kanopi yang ambrol pertama sudah diperbaiki. Sedangkan yang terdampak puting beliung masih proses perbaikan,” jelasnya.
Pihaknya menegaskan, proses perbaikan tersebut akan terus dipantau agar berjalan sesuai standar teknis dan tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari. ”Tentu akan terus kami lakukan pemantauan terkait proses perbaikannya,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto