Radarjombang.id - Populasi sapi di Kabupaten Jombang mengalami penurunan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu dampak kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang M. Saleh mengatakan, penurunan terjadi pada sapi perah maupun sapi pedaging.
Berdasarkan data dinasnya, populasi sapi perah pada 2024 tercatat sebanyak 8.346 ekor. Namun pada 2025 jumlahnya turun menjadi 7.634 ekor.
Penurunan juga terjadi pada populasi sapi pedaging. Pada 2024 jumlahnya mencapai 64.106 ekor, sedangkan pada 2025 turun menjadi 47.041 ekor. ”Memang ada penurunan populasi sapi jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Saleh, salah satu penyebab utama turunnya populasi tersebut adalah dampak kasus PMK yang sempat menyerang ternak sapi milik peternak. Penyakit tersebut mempengaruhi tingkat kematian maupun produktivitas ternak.
Baca Juga: Sidak Pasar di Jombang, Satgas Pangan Temukan Harga Daging Sapi Tembus Rp 120 Ribu per Kg
Meski demikian, pihaknya optimistis populasi sapi di Jombang dapat kembali meningkat pada 2026. Hal itu seiring dengan upaya pengendalian PMK yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
”Untuk tahun 2026 kami perkirakan bisa meningkat lagi, karena kasus PMK sekarang sudah bisa ditekan,” katanya.
Selain itu, Dinas Peternakan juga terus menggencarkan program vaksinasi kepada ternak sapi milik peternak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit serta menjaga kesehatan hewan ternak.
”Vaksinasi terus kami lakukan agar kasus PMK tidak kembali meningkat,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto