RadarJombang.id - Komposisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jombang mencapai 12.406 orang. Menariknya, salah satu yang mendominasi justru ditempati Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang mencapai 4.101 orang.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang, Mouna Sri Wahyuni menjelaskan, berdasarkan data terbaru yang dirilis dalam publikasi Kabupaten Jombang Dalam Angka Tahun 2026, ribuan ASN tersebut terdiri dari 5.959 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2.346 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta 4.101 PPPK paruh waktu. ”Secara total ada 12.406 ASN. Komposisinya terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu,” ujarnya.
Dari sisi gender, jumlah ASN perempuan tercatat sebanyak 7.080 orang, lebih banyak dibandingkan laki-laki yang berjumlah 5.326 orang. Hal ini menunjukkan partisipasi perempuan yang cukup dominan dalam struktur kepegawaian di lingkungan pemerintahan Kabupaten Jombang.
Berdasarkan jenis jabatan, formasi terbesar ditempati jabatan fungsional guru dengan total 5.035 orang. Posisi berikutnya adalah jabatan fungsional umum sebanyak 4.431 orang dan jabatan fungsional medis sebanyak 2.099 orang.
Komposisi ini menggambarkan struktur ASN di Jombang sangat didominasi sektor pendidikan dan pelayanan publik dasar. ”Kalau dilihat dari jabatannya, memang yang paling besar adalah guru. Ini menunjukkan fokus layanan masih pada sektor pendidikan dan pelayanan dasar kepada masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi tingkat pendidikan, mayoritas ASN berpendidikan strata satu (S1) atau sarjana dengan jumlah 7.236 orang. Lulusan SMA tercatat sebanyak 2.347 orang, disusul Diploma IV (D-IV) sebanyak 1.555 orang. Sementara itu, ASN dengan kualifikasi pascasarjana (S2 dan S3) berjumlah 647 orang. ”Untuk yang S3 hanya tiga orang,” jelasnya.
Komposisi tersebut mencerminkan secara umum kualifikasi akademik ASN di Jombang sudah cukup baik dan didominasi jenjang sarjana. Namun, jumlah lulusan pascasarjana masih relatif lebih sedikit dibandingkan strata lainnya. ”Secara umum, struktur ASN kita kuat di layanan pendidikan dan administrasi, dengan dominasi tenaga fungsional serta partisipasi perempuan yang lebih besar,” pungkas Mouna. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto