JOMBANG – Puluhan kios dan ruko di Pasar Perak kini masih kosong setelah ditinggalkan pedagang lama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pun masih mencari pedagang baru untuk mengisi deretan ruko yang telah diambil alih tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mengatakan ruko-ruko tersebut sebelumnya dikelola pedagang, namun tidak lagi dimanfaatkan. Karena tak kunjung ditempati meski telah diberi waktu, pemerintah daerah akhirnya mengambil alih pengelolaannya.
”Sudah disegel dan diberi waktu beberapa bulan, tetapi tetap tidak ditempati. Karena itu diambil alih dan sekarang menjadi kewenangan pemkab,” ujarnya.
Menurut Agus, ruko yang kini kosong itu tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa aktivitas. Ia meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang segera mencarikan pedagang pengganti agar kios kembali produktif.
”Kami minta dinas proaktif menawarkan ruko-ruko yang belum ditempati kepada masyarakat yang berminat berjualan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo, menyebutkan saat ini terdapat sekitar 50 kios yang berada di bawah kendali Pemkab Jombang setelah ditinggalkan pedagang lama.
Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan skema pemanfaatan kios tersebut. Disdagrin masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait langkah yang akan diambil.
”Kami masih menunggu arahan pimpinan. Apakah nanti kios diserahkan kepada pedagang yang berminat menempati atau ada kebijakan lain,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan kondisi kios Pasar Perak tersebut telah dilaporkan kepada Sekda Jombang.
Keputusan terkait pemanfaatan kios ke depan sepenuhnya menunggu kebijakan pemerintah daerah. ”Kami sudah melaporkan ke Pak Sekda. Saat ini kami masih menunggu arahan terkait kios Pasar Perak ke depannya,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto