Radarjombang.id - Kasus puluhan santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung Jombang yang keracunan massal usai berbuka dengan menu rawon dan telur asin dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung mendapat atensi Pemkab Jombang.
Satuan tugas (satgas) MBG Kabupaten Jombang bergerak cepat dengan melakukan inspeksi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mojoagung. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan kini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menegaskan tim satgas sudah turun ke lapangan sejak Kamis malam (5/3).
”Tadi malam satgas yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan sudah ke lapangan, termasuk ke RS PKU Muhammadiyah. Sampel makanan sudah diambil dan akan dibawa ke Surabaya untuk diperiksa,” ujarnya.
Agus menambahkan, hasil uji laboratorium akan menjadi penentu sumber pasti penyebab dugaan keracunan. ”Kalau nanti terbukti penyebabnya dari salah satu menu MBG dari SPPG, kami akan merekomendasikan ke BGN untuk dilakukan tindakan,” jelasnya.
Selain itu, satgas juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG di wilayah Mojoagung. ”Kami juga melakukan sidak ke enam SPPG mulai sekitar pukul 21.30 sampai 01.00 dini hari.
Hasilnya akan kami dokumentasikan dan dilaporkan ke BGN,” katanya.
Agus mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar mematuhi ketentuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah pusat.
”Tolong ikuti ketentuan peraturan perundang-undangan dan SOP dari BGN, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Ia menekankan, program MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijalankan dengan baik. ”Program ini harus kita dukung bersama. Pelaksanaannya juga harus baik supaya benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto