Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Update Kondisi Santri di Mojoagung yang Diduga Keracunan MBG, Ini Penjelasan Direktur RSU PKU Muhammadiyah

Anggi Fridianto • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:43 WIB

Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, masih menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung setelah mengalami mual dan muntah.
Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, masih menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung setelah mengalami mual dan muntah.

RadarJombang.id – Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, masih menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung setelah mengalami mual dan muntah yang diduga akibat keracunan makanan, Kamis (5/3) malam.

Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, Dwi Rizki Wulandari, mengatakan seluruh pasien saat ini dirawat inap untuk menjalani observasi lanjutan oleh tim medis.

“Kami menerima 28 pasien dan semuanya saat ini masih dirawat inap,” ujarnya.
Para santri tersebut ditempatkan di 11 kamar perawatan yang tersebar di beberapa lantai rumah sakit.

“Total ada 11 kamar, tiga kamar di lantai bawah dan sisanya di lantai atas,” tambahnya.

Dari jumlah tersebut, tiga pasien ditangani dokter spesialis penyakit dalam karena faktor usia, sedangkan mayoritas lainnya dirawat oleh dokter spesialis anak.

“Yang dirawat dokter penyakit dalam ada tiga orang karena usianya sudah di atas usia anak, bukan karena kondisinya lebih berat,” jelasnya.

Menurut Rizki, kondisi para pasien saat ini relatif stabil. Sebagian bahkan direncanakan sudah bisa dipulangkan setelah dilakukan evaluasi medis.

“Dari 28 pasien itu, insyaallah enam orang rencananya bisa rawat jalan atau dipulangkan hari ini. Sisanya masih kami observasi,” katanya.

Rentang usia para santri yang dirawat cukup bervariasi, mulai dari usia remaja hingga dewasa muda.

“Usia paling kecil 12 tahun dan yang paling tua 21 tahun,” terangnya.

Ia menambahkan, mayoritas pasien datang dengan keluhan pusing, mual dan muntah. Kondisi tersebut membuat sebagian santri terlihat sangat lemas saat tiba di rumah sakit.

“Keluhan terbanyak pusing, mual dan muntah. Karena muntah terus, anak-anak jadi lemas,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan kondisi kegawatdaruratan para pasien sudah berhasil diatasi sejak malam kejadian.

“Tadi malam setelah penanganan awal kondisinya sudah stabil. Pagi ini kami lakukan pemeriksaan ulang dan keluhan mereka sebagian besar sudah berkurang,” ungkapnya.

Penanganan awal yang diberikan berupa prosedur kegawatdaruratan standar seperti memastikan jalan napas, pernapasan dan sirkulasi tubuh pasien tetap stabil.

“Gangguan yang paling terlihat memang pada sirkulasi karena mereka banyak muntah sehingga kekurangan cairan,” tambahnya.

Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kurangnya asupan cairan akibat muntah berulang, sehingga tubuh menjadi lemah.

“Intake-nya sedikit lalu muntah terus, akhirnya kekurangan cairan,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan santri Ponpes Sholawat Darut Taubah mendadak bertumbangan usai berbuka puasa dengan menu nasi rawon yang dimasak pondok serta telur asin dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG Medek.

Menurut pengasuh pondok Muhammad Adam, para santri awalnya mulai mengeluhkan mual tidak lama setelah makan. Dalam waktu singkat, keluhan tersebut meluas hingga puluhan santri mengalami muntah bahkan ada yang pingsan.

Total sekitar 40 santri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, terdiri dari 30 santri putri dan 10 santri putra. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
#santri keracunan #Jombang #Makan Bergizi Gratis #RSU PKU Mojoagung Jombang #Mbg