JOMBANG – Kedatangan blangko KTP elektronik sejak Senin (23/2) membuat permohonan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang membeludak setiap hari. Bahkan, tak sedikit yang rela datang sejak pagi sebelum layanan dibuka.
Salah satunya Muslihin, warga Kecamatan Mojoagung. Ia mengaku berangkat dari rumah pukul 06.30 demi mendapatkan nomor antrean awal.
”Saya datang pagi, 6.30 supaya dapat nomor awal. Ini dapat nomor 22 untuk cetak KTP elektronik,” ujarnya.
Lonjakan pemohon terjadi setelah berbulan-bulan masyarakat tak bisa mencetak KTP-el akibat kekosongan blangko. Kini, begitu stok tersedia, warga langsung memanfaatkan kesempatan tersebut. ”Soalnya sejak Desember kosong, ini mau cetak KTP-el,’’ terangnya.
Terpisah, Kepala Dispendukcapil Jombang, Masduqi Zakaria, menyampaikan total blangko yang dikirim pemerintah pusat sebanyak 6 ribu keping.
Namun, stok saat ini tersisa sekitar 2 ribuan. ”Dari total 6 ribu keping yang dikirim pemerintah pusat, sekarang sisa sekitar 2 ribuan,” terangnya.
Setiap hari, Dispendukcapil melayani pencetakan sekitar 350 keping di kantor utama. Sementara di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jombang, kuota sekitar 150 keping per hari. Karena keterbatasan blangko yang dikirim, layanan di tingkat kecamatan belum bisa dibuka. Sehingga layanan hanya dibuka di dua titik.
”Untuk di masing-masing kecamatan belum bisa kita layani karena keterbatasan stok blangko,” jelasnya.
Melihat persediaan yang terus menipis, pihaknya juga rutin mengajukan permintaan tambahan ke pemerintah pusat setiap pekan.
”Karena ini sudah menipis, nanti kita ajukan lagi ke pusat. Tiap minggu kita kirim pengajuan,” katanya.
Sementara itu, rencana pengadaan blangko melalui skema hibah ke pemerintah pusat akan diajukan dalam Perubahan APBD 2026. Harapannya, langkah tersebut dapat memperkuat ketersediaan stok di daerah.
”Untuk rencana hibah blangko akan kita ajukan di P-APBD 2026. Mudah-mudahan nanti bisa terealisasi,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto