Radarjombang.id – Proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek Kabupaten Jombang mulai memasuki babak baru.
Dalam sepekan terakhir, aktivitas pengerukan tanggul Sungai Brantas mulai dilakukan di sejumlah titik, baik sisi selatan maupun utara sungai.
Pengerukan paling mencolok berada di sisi selatan atau di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. Sejumlah ekskavator tampak beroperasi, sementara dump truk hilir mudik mengangkut material galian di area tersebut.
Andi, salah satu warga, mengungkapkan pengerukan sudah berlangsung sekitar seminggu. ”Sudah mulai pengerukan di tanggul sejak seminggu terakhir, terutama di sisi selatan Desa Sudimoro,” ujarnya.
Tanah hasil pengerukan tidak dikeluarkan dari lokasi proyek. Material tersebut dibawa ke arah barat dan ditimbun di atas serta di sisi kiri tanggul. ”Katanya untuk penguatan tanggul. Kabarnya nanti akan dipakai lagi. Pihak proyek tidak berani mengeluarkan tanah tanggul ke luar,” tuturnya.
Galian tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk membuat alur sungai dengan panjang sekitar 500 meter, kedalaman 7 meter, dan lebar 80 meter. Di masing-masing sisi akan dipasang bronjong. ”Setelah selesai baru dialihkan dan dilanjutkan pekerjaan dam karet. Sekarang masih penggalian saja,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, alat berat juga bekerja di sisi Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan. Tanggul sungai di kedua sisi terlihat telah dikeruk.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menyampaikan pihaknya belum menerima laporan resmi dari BBWS Brantas maupun pelaksana proyek.
”Belum ada laporan ke daerah. Informasi yang kami terima dari teman-teman di lapangan memang sudah ada aktivitas penggalian dan beberapa ekskavator bekerja. Namun untuk progresnya kami belum mengetahui secara pasti,” kata Sultoni.
Saat sosialisasi sebelumnya disampaikan pekerjaan tersebut untuk pembuatan saluran pengelak yang berada di sisi selatan Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh. ”Karena yang lebih lebar ada di selatan dibanding sisi utara di Jatimlereknya,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, proyek rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek merupakan proyek strategis nasional dengan nilai pagu anggaran Rp 264 miliar. Proyek ini telah melalui proses tender dan dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Bendung karet yang dibangun pada 1989 dan selesai 27 November 1992 itu merupakan bendung karet pertama di Sungai Brantas. Fungsinya sangat vital dalam mendukung sistem irigasi di wilayah utara sungai dengan cakupan lahan sawah mencapai 1.818 hektare. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto