JOMBANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang mencatat rapor cemerlang dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2025.
Dari total 17.205 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), distribusi bantuan telah terealisasi hingga 98 persen.
Kepala Dinsos Jombang, Agung Hariadi, menegaskan penyaluran bansos berjalan tertib dan tepat sasaran.
”Secara umum penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran. Ini berkat sinergi antara Dinsos, pendamping sosial, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa,” ujarnya.
Agung merinci, sejumlah program bansos bahkan mencatat realisasi 100 persen. Di antaranya bantuan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang tersalurkan kepada 3.636 KPM.
Bantuan fakir miskin juga terealisasi penuh kepada 100 penerima dari kelompok pinggiran hutan.
Program Keluarga Harapan (PKH) transisi graduasi turut mencatat realisasi penuh dengan 139 penerima. Bantuan diarahkan untuk mendukung usaha produktif. ”Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi keluarga penerima,” imbuh Agung.
Bansos disabilitas juga tersalurkan 100 persen dengan pendekatan persuasif dan pendampingan intensif. Di sektor pendidikan, bansos siswa miskin terealisasi penuh kepada 75 siswa, menjadi instrumen perlindungan sosial untuk mencegah putus sekolah.
Selain itu, bansos yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menjangkau 11.455 KPM dengan realisasi 99,8 persen. ”Capaian ini menunjukkan mekanisme penyaluran berjalan efektif dan akuntabel,” kata Agung.
Secara keseluruhan, capaian 98 persen penyaluran bansos menjadi indikator komitmen Pemkab Jombang dalam memperkuat perlindungan dan jaminan sosial masyarakat.
Agung menegaskan kebijakan sosial yang dijalankan selaras dengan Asta Cita Warsa, program unggulan Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin.
”Bantuan sosial bukan sekadar distribusi anggaran. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang terus mengakselerasi pelaksanaan program sosial yang selaras dengan Asta Cita Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin. Sepanjang 2025, berbagai kegiatan pembinaan, pemberdayaan, hingga penguatan nilai sosial digelar untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Kepala Dinsos Jombang, Agung Hariadi, menegaskan fokus program diarahkan pada penguatan SDM, pengentasan kemiskinan, pemerataan layanan sosial, serta penguatan solidaritas sosial. ”Kami ingin kapasitas kelembagaan sosial semakin kuat, sekaligus mendorong kemandirian keluarga,” ujarnya.
Program yang dijalankan meliputi pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), pemberdayaan keluarga rentan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Karang Taruna, dan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3). Dinsos juga menggelar bimbingan sosial bagi 40 KPM penerima PKH untuk memperkuat pemahaman pengelolaan bantuan.
Tak hanya itu, edukasi parenting digelar di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, melibatkan kader dan Tim Penggerak PKK desa.
”Peran keluarga sangat penting dalam membangun ketahanan sosial. Karena itu, edukasi parenting juga menjadi perhatian,” tambah Agung.
Dinsos mengintensifkan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui pendampingan usaha produktif. Sebanyak 40 KPM Jawara di Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, menerima bantuan kewirausahaan Rp 3 juta per KPM dari APBD Provinsi Jatim.
”Pendekatan pemberdayaan menjadi kunci. Harapannya, penerima bantuan dapat lebih mandiri secara ekonomi,” jelas Agung.
Pemerataan layanan sosial juga ditargetkan hingga desa dan kelurahan. Dinsos membina 35 LKS desa/kelurahan, 306 Karang Taruna, serta memperkuat Puskesos di 306 desa/kelurahan.
”Layanan sosial harus menjangkau seluruh lapisan dan wilayah. Ini komitmen kami dalam pemerataan pelayanan,” tegasnya.
Dalam kerangka Asta Cita 8, Dinsos menggelar pembinaan nilai kesetiakawanan sosial melalui sosialisasi wawasan kebangsaan kepada 375 siswa di lima sekolah. Selain itu, penguatan nilai kepahlawanan dilakukan lewat kegiatan ziarah dan tabur bunga yang melibatkan masyarakat, organisasi, dan lembaga pendidikan.
”Kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial sejak dini,” pungkas Agung. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto