JOMBANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang terus menggenjot peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Upaya tersebut berdampak pada penurunan sejumlah indikator kesehatan penting, termasuk Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sepanjang 2025.
Kepala Dinkes Jombang dr Hexawan Tjahja Widada, MKP, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari layanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rujukan.
Data Dinkes Jombang menunjukkan, angka kematian ibu turun dari 113,67 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024 menjadi 74,71 per 100.000 kelahiran hidup pada 2025.
Sementara angka kematian bayi juga mengalami penurunan dari 8 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 5 per 1.000 kelahiran hidup pada periode yang sama.
Menurut Hexawan, capaian tersebut tidak lepas dari penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk melalui pelayanan antenatal care (ANC) terpadu, pendampingan ibu hamil berisiko tinggi, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di puskesmas.
”Kami melakukan pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Tujuannya memastikan ibu hamil mendapatkan pelayanan optimal dan melahirkan di fasilitas kesehatandengan sehat dan selamat,” ujarnya.
Selain itu, seluruh puskesmas di Kabupaten Jombang juga mendapatkan pendampingan dari tim dokter spesialis, termasuk spesialis obstetri dan pediatri, untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan juga didukung melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang bertujuan mendeteksi dini faktor risiko penyakit pada masyarakat. Hingga akhir 2025, capaian program tersebut mencapai 94 persen.
Dari sisi jaminan pelayanan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jombang juga telah mencapai 95,87 persen. Dengan capaian tersebut, sebagian besar masyarakat telah memiliki akses terhadap layanan kesehatan melalui jaminan pembiayaan, termasuk bagi masyarakat kurang mampu. ”Melalui cakupan UHC, masyarakat cukup datang ke puskesmas dengan membawa KTP dan kartu BPJS aktif untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai prosedur,” jelasnya.
Baca Juga: Masih Ada 10 SPPG Belum Kantongi SLHS, Begini Penjelasan Dinkes
Peran posyandu juga terus diperkuat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Tercatat, 100 persen posyandu di Kabupaten Jombang aktif memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, usia sekolah dan remaja, dewasa hingga lansia.
Hexawan menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan guna memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas. ”Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh masyarakat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan di Kabupaten Jombang,” katanya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang terus menggenjot peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya tersebut berdampak pada penurunan sejumlah indikator kesehatan penting, termasuk Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sepanjang 2025.
Editor : Anggi Fridianto