JOMBANG – Memasuki satu tahun kinerja Bupati Warsubi dan Wabup M Salmanudin, sektor perhubungan menjadi salah satu fokus penguatan pelayanan publik. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Sugianto, menyampaikan sejumlah capaian strategis sepanjang 2025 hingga program 2026.
Salah satunya melalui program Angkutan Lebaran Gratis. Pada 2025, layanan mudik dan balik gratis melayani rute Jakarta–Jombang dan Jombang–Jakarta. Serta rute balik Jombang–Semarang (Terminal Mangkang).
Jombang–Surabaya (Terminal Purabaya). Serta Jombang–Yogyakarta (Terminal Giwangan). Pemberangkatan arus balik digelar 5 April 2025 di Terminal Kepuhsari.
Program berlanjut pada 2026 dengan kuota masing-masing 300 orang untuk mudik Jakarta–Jombang dan balik Jombang–Jakarta. Sebanyak enam armada bus disiapkan. Titik kumpul keberangkatan dari Terminal Pulo Gebang. Pendaftaran dibuka mulai 18 Februari 2026 secara daring melalui akun resmi Dishub Jombang.
”Program ini untuk menekan biaya transportasi, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, serta meningkatkan keselamatan perjalanan,” paparnya Sugianto.
Di bidang penerangan jalan, sepanjang 2025 Dishub membangun 1.325 titik PJU dan memperbaiki 717 titik berdasarkan 394 pengaduan masyarakat.
Sementara 2026, direncanakan pembangunan 2.134 titik PJU di 85 ruas jalan pada 20 kecamatan dengan anggaran Rp 18 miliar lebih. Hingga 16 Februari 2026, sebanyak 125 titik PJU telah diperbaiki.
Dishub juga rutin melakukan penertiban lalu lintas dan parkir di sejumlah ruas strategis, serta mengimbau pedagang Pasar Ramadhan tidak menggunakan badan jalan dan mematuhi aturan parkir.
”Mari tertib parkir dan taat rambu lalu lintas. Dukungan masyarakat menjadi kunci terciptanya Jombang yang aman dan nyaman,” ungkapnya
- Bidang Lalu Lintas
Bangun 1.325 Titik PJU Sepanjang 2025
BIDANG Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang terus memperkuat sektor lalu lintas melalui peningkatan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU). Sepanjang 2025, sebanyak 1.325 titik PJU dibangun di berbagai wilayah Jombang.
”Pembangunan PJU ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” kata Kepala Dishub Jombang, Sugianto.
Pembangunan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan visibilitas jalan serta mendukung keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Selain pembangunan baru, pihaknya juga menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kerusakan lampu jalan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat 394 pengaduan yang masuk. Dari jumlah tersebut, sudah dilakukan perbaikan pada 717 titik lampu di berbagai ruas jalan.
Perbaikan dilakukan secara bertahap setiap bulan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kebutuhan di lapangan.
Memasuki 2026, Dishub Jombang kembali meningkatkan cakupan pembangunan PJU. Tahun ini direncanakan pembangunan sebanyak 2.134 titik PJU yang tersebar di 85 ruas jalan pada 20 kecamatan.
”Program tersebut didukung Dana PIK (Pagu Indikatif Kewilayahan), dan Pokir (Pokok pikiran) DPRD, serta Renja Dishub dengan total anggaran Rp 18.031.991.325,” imbuhnya.
Periode 1 Januari hingga 16 Februari 2026, pihanya sudah melakukan perbaikan 125 titik PJU di 104 ruas jalan. Meliputi jalan kabupaten, provinsi, hingga jalan nasional. Dalam periode yang sama, tercatat 31 pengaduan masyarakat terkait kerusakan PJU di 27 ruas jalan berbeda.
Seluruh pengaduan diterima melalui berbagai kanal, seperti nomor pengaduan, media sosial Instagram, serta SP4N Lapor sebagai bentuk keterbukaan layanan kepada masyarakat.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga fasilitas umum serta melaporkan apabila terdapat kerusakan PJU.
”Bersama kita wujudkan jalan yang lebih terang, aman, dan nyaman bagi semua,” tekadnya.
Baca Juga: Terminal Angkutan Barang Perak Jombang Belum Beroperasi, Dishub Ungkap Sarpras Masih Kurang
- Bidang Pengendalian Operasional dan Perparkiran
Tegakkan Tertib Lalin dan Parkir
Pedagang Pasar Ramadan Diimbau Patuhi Aturan
BIDANG Pengendalian Operasional dan Perparkiran Dishub Jombang terus menunjukkan komitmen mewujudkan lalu lintas dan perparkiran yang tertib, aman, ramah, serta nyaman bagi masyarakat. Berbagai kegiatan pengendalian operasional, pengawasan, dan penertiban dilakukan secara konsisten di sejumlah titik rawan pelanggaran di wilayah perkotaan.
’’Pengawasan difokuskan di ruas-ruas strategis,’’ kata Kepala Dishub Jombang, Sugianto.
Seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Abdurrahman Wahid, Jalan RE Martadinata, Jalan KH Wahid Hasyim, dan Jalan KH Ahmad Dahlan.
”Petugas kami tidak hanya melakukan monitoring dan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas,” terangnya.
Dalam pengawasan perparkiran, petugas memastikan kendaraan tidak diparkir di atas trotoar maupun di lokasi yang mengganggu mobilitas pengguna jalan lain. Teguran, imbauan, hingga pemasangan rambu larangan parkir dilakukan di titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan.
”Langkah itu sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan jalur sepeda sesuai peruntukannya,” imbuhnya.
Pengendalian lalu lintas dilakukan melalui patroli rutin dan penertiban kendaraan yang parkir sembarangan. Termasuk di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Upaya ini ditujukan untuk mencegah kemacetan serta meminimalkan risiko keselamatan pengguna jalan.
”Kami menegaskan bahwa parkir tertib bukan hanya soal aturan, tetapi kontribusi nyata masyarakat bagi keamanan bersama,” tandasnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan penertiban parkir dan lalu lintas, patroli rutin, serta pembinaan bagi petugas parkir guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Selama Ramadan, Dishub juga mengajak pedagang dan pelaku UMKM agar mematuhi ketentuan selama penyelenggaraan Pasar Ramadan. Imbauan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Khususnya Pasal 28 dan Pasal 38 terkait keselamatan dan ketertiban di jalan raya.
Pihaknya menegaskan beberapa ketentuan penting, antara lain tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan, memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan, tidak memanfaatkan bahu jalan, serta saling menghormati hak pengguna jalan lain.
Meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan berpotensi menimbulkan kemacetan apabila tidak diatur dengan baik. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan menciptakan suasana yang tertib dan aman.
”Mari tertib parkir, taati rambu lalu lintas, dan jadilah pelopor keselamatan di jalan. Dukungan masyarakat adalah kunci Jombang yang lebih tertib dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” ajaknya.
- Bidang Angkutan
Konsisten Gelar Angkutan Lebaran Gratis
PENGUATAN pelayanan transportasi publik menjadi salah satu fokus Bidang Angkutan Dishub Jombang. Program Angkutan Lebaran Gratis kembali dilanjutkan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
”Pendaftaran dibuka mulai 18 Februari 2026 dan akan ditutup apabila kuota peserta telah terpenuhi,” kata Kepala Dishub Jombang, Sugianto.
Program tersebut dijadwalkan pada 16 Maret 2026 nanti untuk mudik Jakarta–Jombang. Serta 26 Maret 2026 untuk balik Jombang–Jakarta. Pemberangkatan dipusatkan di Terminal Kepuhsari sebagai simbol penguatan pelayanan transportasi publik yang berpihak kepada masyarakat.
Pada 2025 Pemkab Jombang sudah melaksanakan Program Angkutan Mudik dan Balik Gratis untuk rute Jakarta–Jombang dan Jombang–Jakarta.
Program ini ditujukan untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat perantauan agar dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman. Sekaligus mengurangi beban biaya transportasi.
Selain rute utama, pada 2025 juga diselenggarakan layanan angkutan balik gratis dengan rute Jombang–Semarang (Terminal Mangkang). Jombang–Surabaya (Terminal Purabaya). Serta Jombang–Yogyakarta (Terminal Giwangan). Pemberangkatan arus balik dilaksanakan secara seremonial, 5 April 2025 di Terminal Kepuhsari.
’’Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik dan balik,’’ terangnya.
Melanjutkan capaian itu, tahun ini Pemkab Jombang kembali menyelenggarakan program serupa dengan fokus layanan mudik Jakarta–Jombang dan balik Jombang–Jakarta. Masing-masing dengan kuota 300 orang. Program ini didukung enam armada bus. Titik kumpul keberangkatan dari Terminal Pulo Gebang untuk peserta dari Jakarta.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disebarluaskan di akun Instagram Dinas Perhubungan Jombang.
Keberlanjutan program ini menegaskan komitmen Pemkab Jombang dalam menekan biaya transportasi masyarakat. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi guna meningkatkan keselamatan perjalanan. Mendukung pengendalian inflasi daerah. Serta mewujudkan pelayanan publik yang responsif dan berkelanjutan di sektor perhubungan.
”Melalui program ini, sektor perhubungan hadir sebagai bagian penting dalam mendukung kesejahteraan dan mobilitas masyarakat Jombang,” ungkapnya. (fid/jif)
Editor : Anggi Fridianto