Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bank Jombang Tancap Gas, Kredit SPPG dan KURDA Jadi Motor Ekonomi Daerah

Ainul Hafidz • Jumat, 20 Februari 2026 | 21:45 WIB

Photo
Photo

JOMBANG – Di tengah tantangan ekonomi dan ketatnya persaingan industri perbankan, PT BPR Bank Jombang Perseroda atau Bank Jombang justru tancap gas. Sepanjang 2025, bank milik daerah ini tampil agresif melalui inovasi produk pembiayaan, digitalisasi layanan, serta kontribusi nyata pada penguatan sektor riil di Jombang.

’’Kami ingin Bank Jombang menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal. Produk yang kami hadirkan dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendukung program pemerintah,’’ kata Direktur Utama Bank Jombang, Afandi Haris Setyo Nugroho.

Transformasi yang dilakukan bukan hanya pengembangan produk, melainkan strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Salah satu terobosan strategis, yakni Kredit SPPG, pembiayaan untuk pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Skema ini mendukung implementasi program nasional makan bergizi gratis sekaligus mempercepat perputaran anggaran pusat di daerah.

Dampaknya tidak hanya pada aspek sosial, tetapi juga ekonomi.

’’Pendirian dapur SPPG membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan rantai pasok bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal,’’ jelasnya.

Di sektor usaha produktif, Bank Jombang mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga ringan berkat subsidi pemerintah daerah. Pembiayaan ini menyasar petani, peternak, pedagang, hingga perajin agar mampu meningkatkan kapasitas usaha.

Akses permodalan yang terjangkau menjadi kunci penguatan ekonomi mikro.

’’Dengan KURDA, pelaku usaha bisa naik kelas dan memperkuat ketahanan pangan daerah,’’ tuturnya.

Transformasi digital juga diperkuat melalui layanan pembiayaan porsi haji berbasis aplikasi LABBAIKA. Melalui kredit multiguna sarana ibadah haji, masyarakat dapat mengajukan pembiayaan secara daring untuk memperoleh nomor porsi lebih cepat.

Uniknya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan anak usia minimal 12 tahun melalui skema perwalian.

’’Kami ingin masyarakat dapat merencanakan ibadah haji sejak dini dengan cara yang aman dan terstruktur,’’ ungkapnya.

Bank Jombang juga menghadirkan kredit khusus bagi perangkat desa, ASN, PPPK, dan guru bersertifikasi. Produk ini memberikan akses pembiayaan resmi dan terregulasi, sehingga membantu pegawai terhindar dari jerat pinjaman ilegal.

Seluhruh inovasi tersebut merupakan bagian dari visi besar Bank Jombang untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang modern, inklusif, dan berdaya saing nasional.

”Sebagai bank milik daerah, kami tidak hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga memastikan keberadaan kami memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jombang,” ungkapnya. 

 

Setoran PAD Meningkat

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Pemerintah

 Baca Juga: Selamat! Bank Jombang Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP Digital Awards 2025

TERPISAH, kontribusi PT BPR Bank Jombang Perseroda pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jombang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang empat tahun terakhir, setoran dividen bank milik daerah ini meningkat signifikan dari Rp 2,79 miliar pada 2020 menjadi Rp 8,33 miliar pada 2024.

’’Pertumbuhan kontribusi PAD ini menjadi bukti bahwa Bank Jombang mampu dikelola secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi keuangan daerah,’’ kata Direktur Utama Bank Jombang, Dr Afandi Haris Setyo Nugroho SE MM.

Peningkatan tersebut mencerminkan kinerja keuangan yang sehat sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Tak hanya menyumbang PAD, Bank Jombang juga dipercaya pemerintah daerah dalam penyaluran berbagai program strategis. Mulai dari Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA), Dana Desa, gaji PPPK, tunjangan ASN, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Penyaluran dana tersebut didukung sistem digital terintegrasi serta layanan mobile banking My Bank Jombang, sehingga prosesnya lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.

”Digitalisasi mempercepat distribusi dan meminimalkan potensi kesalahan, sehingga masyarakat dapat menerima haknya secara akurat,” imbuhnya.

Dalam memperkuat ekonomi daerah, Bank Jombang juga bersinergi dengan sejumlah BUMD di Kabupaten Jombang. Di antaranya, penyaluran gaji tenaga kesehatan di RSUD Jombang, serta penggunaan produk lokal dari Perumdam Tirta Kencana Jombang, Perumda Aneka Usaha Seger, dan Dekranasda Kabupaten Jombang.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong perputaran ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem usaha daerah.

”Sinergi antar-BUMD penting agar seluruh potensi ekonomi daerah bisa saling mendukung dan tumbuh bersama,” tegasnya.

Partisipasi Bank Jombang juga terlihat dalam berbagai kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang. Pada perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, 23 Agustus 2025, Bank Jombang turut ambil bagian dalam Karnaval Mobil Hias Hasil Bumi yang dimulai dari Stadion Merdeka.

Mobil hias bertema Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diusung Bank Jombang menjadi simbol dukungan terhadap program makan bergizi gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, pada 7 Agustus 2025, Bank Jombang juga berpartisipasi dalam Defile 2025 yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga masyarakat umum.

Afandi menegaskan, keikutsertaan tersebut menunjukkan bahwa Bank Jombang tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari elemen pembangunan sosial dan kebangsaan di Kabupaten Jombang.

”Kami ingin terus hadir, baik dalam kontribusi fiskal maupun dalam kebersamaan membangun daerah,” ungkapnya. (fid/jif)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Digitalisasi #inovasi #Jombang #Produk Lokal #Bank Jombang #ekonomi daerah