Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Setahun Kepemimpinan Warsubi–Salmanudin, PG Tjoekir Optimistis Jombang Jadi Lumbung Gula

Ainul Hafidz • Jumat, 20 Februari 2026 | 21:34 WIB

 

 

       SUKSES: Bupati Jombang Warsubi bersama Wabup Salmanudin Yazid beserta jajaran pejabat saat tanam perdana tebu program bongkar ratoon di Diwek 2
  SUKSES: Bupati Jombang Warsubi bersama Wabup Salmanudin Yazid beserta jajaran pejabat saat tanam perdana tebu program bongkar ratoon di Diwek 2

JOMBANG – Satu tahun kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid dinilai membawa semangat baru bagi sektor pertanian tebu di Kabupaten Jombang. Dukungan pemerintah daerah pada peningkatan produktivitas tanaman tebu menjadi salah satu fokus yang dirasakan langsung oleh pelaku industri gula.

General Manajer PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali menyampaikan selama satu tahun terakhir, kepala daerah menunjukkan komitmen kuat menjadikan Jombang sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.

”Pak Bupati dan Pak Wabup berkomitmen menjadikan Kabupaten Jombang sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Salah satunya melalui dukungan terhadap peningkatan produktivitas tanaman tebu,” ujarnya.

Menurut Aziz, peningkatan produktivitas tebu merupakan hasil sinergi banyak pihak. Mulai dari pemerintah daerah melalui dinas terkait, pabrik gula, PT SGN, kelompok tani, petani, hingga seluruh pemangku kepentingan pertebuan di Jombang.

 Baca Juga: Dipercaya PT SGN, PG Tjoekir Jombang Salurkan 35 Ton Gula untuk Korban Bencana di Sumatera

”Intinya, kami semua sudah berkomitmen meningkatkan produktivitas tanaman tebu. Ini kerja bersama,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid dalam berbagai kegiatan pertebuan. Salah satunya saat tanam perdana program bongkar ratoon, di mana keduanya hadir bersama dalam satu kesempatan. ”Keikutsertaan beliau berdua menjadi motivasi bagi kami, khususnya petani tebu dan pabrik gula. Ini menunjukkan keseriusan dalam pendampingan program swasembada pangan, khususnya swasembada gula,” tuturnya.

Aziz optimistis, di bawah kepemimpinan saat ini, Jombang akan semakin mengukuhkan diri sebagai daerah lumbung pangan, termasuk komoditas gula.

Untuk musim giling tahun ini, PG Tjoekir yang berada di Desa Cukir, Kecamatan Diwek ini menargetkan produksi tebu sekitar 576 ribu ton dengan proyeksi menghasilkan 40 ribu ton gula kristal putih. ”Target tersebut menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung swasembada gula sekaligus memperkuat posisi Jombang sebagai sentra produksi pangan di Jawa Timur,” katanya. 

 Baca Juga: PG Tjoekir Konsisten Gelar Gerakan Pangan Murah, Upaya Jamin Akses Pangan Murah di Jombang  

Program Bongkar Ratoon Berlanjut

Tahun Ini Capai 1.356 Hektare

PROGRAM bongkar ratoon sebagai bagian dari kebijakan pemerintah pusat terus diimplementasikan di wilayah kerja PG Tjoekir di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Program ini merupakan bagian dari agenda nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan ketahanan dan swasembada pangan.

General Manajer PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali menjelaskan program bongkar ratoon merupakan program pemerintah yang telah berjalan baik di Kabupaten Jombang.

”Program bongkar ratoon ini adalah program pemerintah dan menjadi salah satu Asta Cita Pak Presiden Prabowo Subianto. Implementasinya di Kabupaten Jombang sudah sangat baik,” ujarnya.

Untuk anggaran 2025 program tersebut sudah selesai dilaksanakan dan kini berlanjut pada anggaran 2026 sebagai kesinambungan dari program sebelumnya.

Pada 2026, luas program bongkar ratoon di wilayah PG Tjoekir, khususnya Cukir, mencapai kurang lebih 1.356 hektare. Bantuan pemerintah yang diberikan kepada petani berupa benih tebu serta bantuan biaya garap lahan

. ”Bentuk bantuannya berupa bibit dan biaya garap. Benih yang diberikan cukup bagus, sementara biaya garap dibantu pemerintah. Ini sangat mendukung sehingga petani kembali antusias membudidayakan tebu dengan baik,” jelas Aziz.

Terkait masa panen, Aziz menyebutkan panen direncanakan dimulai pada Mei 2026. Namun, tanaman yang baru ditanam pada 2026 baru akan dipanen pada 2027. ”Yang panen Mei 2026 nanti merupakan hasil tanam 2025 kemarin. Sedangkan yang tanam 2026, panennya masih tahun depan atau 2027,” terangnya.

Dengan keberlanjutan program bongkar ratoon tersebut, PG Tjoekir optimistis produktivitas tebu di wilayah Cukir akan terus meningkat dan mendukung target swasembada gula nasional. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #cukir #PG Tjoekir #PT SGN #setahun kepemimpinan bupati