Radarjombang.id - Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang mencatat peningkatan layanan dan pembangunan fisik sepanjang 2025, seiring satu tahun kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin.
Sepanjang tahun ini, tercatat 1.125 permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) telah dilayani. Termasuk program inovasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan skema nol retribusi. Selain itu, sebanyak 164 Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga telah diterbitkan.
Percepatan layanan PBG dan SLF menjadi bagian dari reformasi pelayanan perizinan bangunan.
’’Kami memastikan proses perizinan berjalan cepat, transparan, dan tetap sesuai ketentuan teknis. Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kami berikan keringanan nol retribusi sebagai bentuk keberpihakan,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Jombang, Bustomi.
Di sektor pembangunan fisik, sejumlah proyek gedung negara telah direalisasikan. Di antaranya, pembangunan Kantor UPT PJJ Ploso.
Prasarana gedung Kecamatan Diwek. Pendopo dan paving Kecamatan Tembelang. Serta pembangunan jembatan akses menuju Gedung Kesenian.
Selain itu, dilakukan penyiapan lahan berupa urugan untuk mendukung program Sekolah Rakyat Jombang yang menjadi program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, pembangunan Tugu Jombang di Kecamatan Bandarkedungmulyo juga diselesaikan sebagai landmark baru kota. Bustomi menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program Sekolah Rakyat dilakukan secara menyeluruh. ’’Kami tidak hanya menyiapkan lahannya, tetapi juga memfasilitasi proses perizinan PBG sebagai bentuk keseriusan mendukung program tersebut,’’ tegasnya.
Dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia, Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi juga melaksanakan pelatihan dan sertifikasi tenaga terampil konstruksi kepada 168 orang. Mulai jenjang 1 hingga jenjang 6, dari tukang hingga manajer lapangan.
’’Peningkatan kompetensi ini penting agar produk konstruksi yang dihasilkan lebih berkualitas dan sesuai standar. Tenaga kerja yang tersertifikasi akan memperkuat daya saing sektor konstruksi di Jombang,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto