JOMBANG – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang terus mematangkan program Wira Usaha Baru (WUB) dengan konsep satu dusun satu wira usaha.
Memasuki tahun 2026, program tersebut kini berada pada tahapan verifikasi setelah proses identifikasi rampung dilakukan sepanjang 2025.
’’Pada 2025 kami sudah melakukan identifikasi. Tahun ini masuk tahapan verifikasi. Persiapan berjalan dan kami terus berkoordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait,’’ kata Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh.
Persiapan program berjalan paralel dengan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah. Terutama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang menjadi penampu bantuan keuangan.
Program WUB menjadi bagian dari strategi pembangunan sektor peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Melalui skema tersebut, masyarakat desa didorong memiliki alternatif usaha produktif yang berkelanjutan.
’’WUB ini membuka peluang ekonomi baru di sektor peternakan. Tapi tetap harus ada niat, komitmen, dan pola manajemen yang baik,’’ tegasnya.
Sebagai stimulus, Disnak telah menyiapkan proyek percontohan. Salah satunya, budidaya ayam unggul yang dapat dijalankan melalui pola kemitraan maupun sistem bapak asuh. Model ini dinilai efektif untuk mengatasi keterbatasan modal dan pendampingan teknis.
’’Kami kembangkan model kemitraan atau bapak asuh. Ini strategi agar keterbatasan anggaran bisa ditopang kolaborasi, termasuk lewat CSR,’’ jelasnya.
Respons masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Dari hasil penjaringan awal, mayoritas calon peserta WUB memilih usaha peternakan ayam petelur.
Disusul ternak kambing, domba, hingga sapi, menyesuaikan potensi masing-masing desa.
’’Program WUB dirancang berbasis kelompok,’’ ucapnya. Setiap unit wira usaha memperoleh stimulan sekitar Rp 5 juta dengan melibatkan minimal tiga orang. Skema antar dusun juga dimungkinkan untuk jenis usaha tertentu.
Saleh mencontohkan, usaha budidaya ayam unggul skala besar membutuhkan lahan memadai. Karena itu, pelaksanaannya dapat digabung antar dusun agar lebih efektif dan memenuhi standar teknis.
’’Kalau usaha ayam unggul skala besar memang butuh lahan luas. Jadi bisa kolaborasi antar dusun,’’ tandasnya.(yan/jif)
Editor : Anggi Fridianto