Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Setahun Pemerintahan Warsubi–Salman, Disdikbud Jombang Wujudkan Beasiswa hingga Borong Prestasi Nasional

Anggi Fridianto • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:32 WIB
Bupati Jombang Warsubi bersama seluruh siswa penerima beasiswa S1 2025
Bupati Jombang Warsubi bersama seluruh siswa penerima beasiswa S1 2025

Radarjombang.id - Setahun terakhir dibawah kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan melalui lima bidang strategis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, MSi mengatakan, pada bidang pembinaan SD dan SMP, fokus pada peningkatan sarana prasarana serta pengembangan bakat dan prestasi siswa.

Rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya secara bertahap.

’’Pembinaan prestasi melalui OSN, O2SN, FLS3N, dan berbagai lomba lainnya berhasil mengantarkan siswa Jombang meraih prestasi hingga tingkat nasional,’’ jelasnya.

Sementara pada bidang pembinaan ketenagaan, pemerintah daerah memberikan dukungan peningkatan kualifikasi melalui program beasiswa S1 dan S2 bagi siswa kurang mampu berprestasi serta guru berprestasi.

Di bidang kebudayaan, pelestarian nilai-nilai budaya lokal terus digalakkan melalui berbagai kegiatan literasi, seni, dan penguatan karakter.

Seluruh program tersebut merupakan bagian dari visi peningkatan mutu pendidikan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Jombang. ’’Kami ingin memastikan setiap anak di Jombang mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus tetap berakar pada budaya daerah,’’ tegasnya.

 

Perbarui Data PPKD, Perkuat Arah Pembangunan Kebudayaan

Sementara pada bidang kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melakukan pemutakhiran Data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Jombang. Ini sebagai pijakan strategis pembangunan kebudayaan.

’’PPKD menjadi amanat pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menekankan pengelolaan potensi budaya secara terpadu dan berkelanjutan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari MSi.

Kabupaten Jombang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Mulai dari warisan budaya benda dan tak benda. Tradisi lisan, manuskrip, ritus, pengetahuan tradisional, seni pertunjukan, hingga situs dan kawasan bersejarah.

’’Keberagaman ini adalah identitas lokal sekaligus kontribusi penting bagi kebudayaan nasional,’’ ujarnya.

Baca Juga: DWP Dikbud Gelar Salawat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Irnie Victorynie: Momentum Muhasabah Diri

Pemutakhiran PPKD dilakukan melalui proses pemetaan, penggalian data, kajian akademis, serta pelibatan pelaku budaya, komunitas, akademisi, dan perangkat daerah. Langkah tersebut memastikan dokumen PPKD tidak hanya bersifat administratif. Tetapi benar-benar merepresentasikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat dalam memajukan kebudayaan daerah.

PPKD memuat kondisi aktual kebudayaan, tantangan, peluang pengembangan, serta rekomendasi program prioritas yang berfokus pada pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya. ’’Kami berkomitmen mewujudkan tata kelola kebudayaan yang profesional, inklusif, dan adaptif agar kebudayaan menjadi kekuatan penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jombang,’’ ungkapnya

 

Beri Beasiswa Kuliah S1 dan S2

Sementara itu pada bidang pembinaan ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menyiapkan sejumlah program beasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

’’Beasiswa S1 tahun 2025 diperuntukkan bagi siswa miskin berprestasi guna meningkatkan taraf hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan di Jombang,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari MSi.

Program ini bersumber dari APBD 2025 sebesar Rp 1.040.000.000 untuk 30 mahasiswa selama delapan semester. Dengan tambahan dana sharing kampus sebesar 16 persen melalui kerja sama dengan Universitas PGRI Jombang.

Pemkab Jombang juga menyediakan beasiswa S2 tahun 2025 bagi 18 guru atau pendidik berprestasi di Kabupaten Jombang. Program ini merupakan kerja sama antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Universitas PGRI Jombang sebagai upaya peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik tenaga pendidik di daerah.

Untuk tahun 2026, program beasiswa S1 tetap dilanjutkan dengan alokasi anggaran APBD sebesar Rp 1.000.000.000 bagi 30 mahasiswa hingga lulus delapan semester. Program ini akan bekerja sama dengan Universitas Darul Ulum Jombang dengan dana sharing kampus sebesar 12 persen. Program studi yang dapat dipilih antara lain Psikologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Hubungan Internasional, Pendidikan Keagamaan Islam, serta Ilmu Pemerintahan.

Beasiswa S1 terbuka bagi siswa SMA sederajat yang lolos seleksi. Salah satu penerima beasiswa, Oktavia Ramadhani Nur Listia bahkan telah menjadi duta literasi Indonesia mewakili delegasi Jawa Timur. ’’Kami berharap program ini terus melahirkan generasi unggul dan membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jombang,’’ ungkapnya

 Baca Juga: Lima Guru PPPK Paruh Waktu di Jombang Ajukan Pengunduran Diri, Dinas P dan K Ungkap Risiko Ini

Mewujudkan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Pada bidang pembinaan PAUD dan PNF, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya mewujudkan pendidikan untuk semua tanpa diskriminasi. Baik bagi anak reguler maupun anak berkebutuhan khusus.

’’Pendidikan untuk semua adalah salah satu pilar strategi nasional. Di Jombang, kami memastikan setiap anak mendapatkan layanan sesuai karakteristik dan kebutuhannya,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari MSi.

Komitmen tersebut sejalan dengan dukungan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin terhadap program Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang telah ditetapkan melalui SK Bupati.

Penguatan SDM unggul dilakukan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan media.

Sebagai langkah konkret, Disdikbud menyelenggarakan Bimtek Intensif Deteksi Dini Performa Inteligensi pada 2–14 Februari 2026 yang diikuti 265 guru PAUD, SD, dan SMP. Kegiatan ini membekali guru dengan pemahaman konsep inteligensi, teknik observasi, penggunaan instrumen deteksi, hingga penerapan hasilnya dalam perencanaan pembelajaran inklusif. Observasi lapangan juga dilakukan di sejumlah satuan pendidikan sebagai contoh praktik baik.

Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta siap mengimplementasikan deteksi dini di sekolah masing-masing. ’’Tindak lanjutnya adalah mengoptimalkan peran ULD serta memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder agar layanan pendidikan di Jombang semakin inklusif, bermakna, dan berkualitas,’’ jelasnya.

 

Rehabilitasi dan Pembangunan Puluhan SD

Bidang pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang melaksanakan program rehabilitasi sedang dan berat serta pembangunan sarana prasarana Sekolah Dasar 2025. ’’Program ini merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di Kabupaten Jombang,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari MSi.

Pembangunan yang dilaksanakan meliputi ruang guru/TU di dua lembaga. Ruang UKS di dua lembaga. Perpustakaan di tiga lembaga. Serta toilet, pagar, dan musala di 13 lembaga.

 Selain itu, juga dibangun laboratorium di dua sekolah dan enam ruang kelas baru untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

Sementara untuk kegiatan rehabilitasi, dilakukan perbaikan ruang guru/TU di dua lembaga. Serta perbaikan ruang UKS di dua lembaga. Juga rehabilitasi perpustakaan di 18 sekolah. Serta rehabilitasi toilet, musala, dan rumah dinas di 19 lembaga. Rehabilitasi ruang kelas menjadi yang terbanyak dengan total 68 lembaga penerima manfaat.

Perbaikan dan pembangunan infrastruktur bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif bagi siswa maupun tenaga pendidik. ’’Kami berharap fasilitas yang semakin baik dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta mutu pendidikan dasar di Jombang,’’ ungkapnya.

 

 

 

Prestasi Siswa SMP Jombang Tembus Nasional

Sementara itu pada bidang pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terus memfasilitasi pengembangan bakat dan minat siswa agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional. ’’Ada berbagai ajang kompetisi yang diikuti siswa,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari MSi.

Mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN). Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Gala Siswa Indonesia (GSI). Hingga lomba keagamaan dan bulan bahasa.

Siswa yang meraih juara pertama di tingkat kabupaten berhak mewakili Jombang ke seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur. ’’Kami bersama satuan pendidikan dan orang tua melakukan pembinaan intensif agar siswa siap berkompetisi di tingkat provinsi,’’ terangnya.

Hasilnya, pada seleksi tingkat provinsi, delegasi Jombang dari cabang O2SN karate atas nama Atika Uzlifatul Jannah dari SMPN 2 Jombang meraih juara satu. Sementara pada ajang FLS3N, Aura Azkadina Rahmadani dari SMPN 1 Tembelang menjadi juara satu lomba menulis cerita.

Serta Ayatullah Qurrotaa’yun Pamungkas dari SMPN 2 Jombang juara satu di cabang mendongeng. Ketiganya kemudian mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional di Jakarta.

Di tingkat nasional, dua siswa dari cabang FLS3N berhasil mengharumkan nama Jombang dengan meraih juara satu menulis cerita dan juara dua mendongeng.

Mereka bersama satu siswa juara satu O2SN karate tingkat SD dari SDN Kepanjen 2 diterima langsung Bupati Jombang, Warsubi, di Pendopo Kabupaten Jombang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Warsubi #Bupati Jombang #kebudayaan #Dinas pendidikan dan Kebudayaan #pendidikan jombang #Jombang #salmanudin yazid #Pemkab Jombang