Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Batal Dibiayai Pemprov, Pemkab Jombang Siapkan Duit untuk Persiapan Huntap Korban Longsor

Anggi Fridianto • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:31 WIB

 

RUMAH SEMENTARA: Deretan hunian sementara di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam yang ditempati warga terdampak longsor k
RUMAH SEMENTARA: Deretan hunian sementara di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam yang ditempati warga terdampak longsor k

JOMBANG – Pemkab Jombang memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban tanah longsor di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam akan direalisasikan bertahap.

Dinas Perumahan dan Permukiman Jombang berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp 260 juta untuk penyiapan lahan sekaligus pembangunan tembok penahan tanah (TPT) lokasi huntap untuk warga Dukuh Sumberlamong.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Jombang, Syaiful Anwar, menjelaskan, anggaran tersebut difokuskan untuk proses clearing lahan dan pekerjaan cut and fill atau penataan kontur tanah. Langkah ini dinilai penting sebelum pembangunan rumah dilaksanakan.

”Pengadaan lahan sudah selesai tahun lalu. Sekarang tinggal penyiapan lahannya. Nanti di P-APBD sekalian dengan pembangunan TPT supaya aman,” ujar Syaiful.

Menurut dia, awalnya penyiapan lahan sempat direncanakan dikerjakan lebih dulu pada APBD murni 2026. Namun, arahan pimpinan meminta agar clearing dilakukan bersamaan dengan pembangunan TPT.

Pertimbangannya, jika lahan sudah dibuka sementara tembok penahan belum terbangun, dikhawatirkan terjadi longsor kembali. ”Daripada sudah diclearing tapi TPT belum dibangun dan rawan longsor, lebih baik menunggu tambahan anggaran di P-APBD sekalian dikerjakan bersama,” terangnya.

Dijelaskan, total anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk penyiapan lahan sekitar Rp 187 juta. Setelah dilakukan perhitungan ulang, kebutuhan meningkat menjadi sekitar Rp 260 juta karena mencakup pembangunan TPT.

Syaiful menambahkan, luas lahan huntap mencapai 2.047 meter persegi. Lahan tersebut dibeli dari warga setempat atas nama Gontok.

Terkait pengadaan lahan, awalnya pemkab mengalokasikan anggaran pengadaan sebesar Rp 525 juta pada 2025. Namun hasil appraisal, menetapkan nilai pembelian sekitar Rp 490 juta. ”Lahannya sudah aman. Sekarang fokus penataan sebelum dibangun rumah,” katanya memerinci.

Ia menyebut, penataan lahan diperlukan karena kondisi tanah memiliki kemiringan tertentu. Kontur harus diratakan agar memenuhi standar keamanan dan kelayakan bangunan.

Setelah penyiapan lahan dan TPT rampung, pembangunan fisik huntap dijadwalkan pada APBD murni 2027.

Baca Juga: Pembagunan Huntap Tak Jelas, Nasib Korban Longsor Wonosalam Jombang Masih Menggantung

Tahap pertama, pemkab menargetkan pembangunan 13 unit rumah untuk warga terdampak di Dusun Sumberlamong, Dusun Jumok, Desa Sambirejo. Pembangunan dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. ”Untuk tahap awal 13 rumah dulu di Sumberlamong. Pembangunan direncanakan 2027,” jelasnya.

Syaiful menegaskan, komitmen pembangunan huntap tetap sesuai rencana awal. Semula pembangunan rumah dirancang menggunakan dukungan anggaran provinsi.

Namun karena tidak tersedia, pemkab memutuskan membiayai melalui APBD secara bertahap. ”Arahan pimpinan jelas, huntap tetap dibangun menggunakan APBD. Hanya memang bertahap karena keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#Pemkab Jombag #dusun #Jumok #hunian tetap #huntara #Jombang #warga #Desa Sambirejo #warga terdampak longsor #kecamatan wonosalam #Dinas Perkim Jombang