Radarjombang.id – Target pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang belum sepenuhnya tercapai.
Hingga Selasa (27/1), tercatat baru 169 desa yang sudah melaksanakan pembangunan. Masih ada 137 desa/kelurahan yang belum bergerak. Salah satu kendala utama berkaitan lahan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Jombang Hari Purnomo menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius Satgas KDKMP.
”Dari hasil rapat evaluasi, per Selasa 27 Januari, pembangunan KDKMP sudah berjalan di 169 titik,” kata Hari, kemarin (28/1).
Hari menyebut, masih ada sekitar 137 desa/kelurahan belum bisa melaksanakan pembangunan KDKMP lantaran terkendala lahan.
”Sebanyak 107 desa memiliki lahan, namun terkendala anggaran uruk dan penataan agar lahan siap bangun. Termasuk 14 desa mengajukan pemanfaatan aset pemda,” terang Hari.
Adapun permohonan penggunaan aset daerah saat ini masih berproses di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang.
Tahapan mencakup pemeriksaan dokumen, verifikasi lapangan, hingga kajian yuridis formal sesuai regulasi.
”Permohonan aset pemda masih berproses di BPKAD, mulai dokumentasi, verifikasi lapangan, sampai kajian yuridis formal sesuai regulasi,” tandasnya.
Selain itu, terdapat sekitar 30 desa/kelurahan terindentifikasi tidak memiliki lahan sama sekali. Data tersebut masih dalam tahap verifikasi lapangan.
”Sekitar 30 desa benar-benar tidak memiliki lahan. Data valid masih kami verifikasi,” jelas Hari.
Satgas KDKMP Kabupaten Jombang menegaskan akan terus melakukan pendampingan agar seluruh desa bisa memenuhi target pembangunan sesuai jadwal pemerintah pusat. Salah satu desa yang sudah berprogres adalah Galengdowo, Kecamatan Wonosalam.
”Alhamdulillah saat ini kita masih berproses, insya Allah akan selesai dalam waktu dekat,’’ ujar singkat Wartomo, Kades Galengdowo. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto