Radarjombang.id - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jombang Endro Wahyudi mengatakan, program Wifi Rakyat tetap berlanjut.
Hanya, nanti tagihan bulanan tidak lagi ditanggung pemkab melainkan akan dibebankan ke desa lewat program Desa Mantra.
”Tetap berlanjut. Kontrak tahun 2025 memang sudah habis, tapi tetap lanjut,’’ ujar dia kemarin (26/1).
Ia menyebut, program Wifi Rakyat akan dialihkan ke program Desa Mantra. ”Tahun ini nanti lewat Desa Mantra. Leading sector-nya di DPMD,’’ pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sudiro Setiono membenarkan, program Wifi Rakyat nantinya bakal dialihkan lewat program Desa Mantra.
Saat ini, pihaknya masih dalam tahap persiapan dan pembahasan teknis.
Dalam waktu dekat, peluncuran program akan dilakukan setelah seluruh mekanisme tuntas. ”Ini masih proses. Nanti ada launching. Setelah itu bisa diakses,” ujar Sudiro.
Ia menjelaskan, desa nantinya memiliki kewenangan membelanjakan anggaran program sesuai kebutuhan. Termasuk di dalamnya pembiayaan layanan Wifi Rakyat. ”Koneksinya Wifi tergantung kebutuhan desa masing-masing,” katanya.
Sudiro menegaskan nominal anggaran Desa Mantra tetap mengacu ketentuan RMJD. Adapun alokasi anggaran berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar per desa.
”Kalau nominal itu tetap sesuai rilis Bappeda (Sekarang Bapperida, Red). Wifi Rakyat masuk di dalam program Mantra,” ucapnya.
Terkait waktu peluncuran Desa Mantra, Sudiro menyebut belum ada jadwal pasti. Pembahasan masih berlangsung terkait kesiapan teknis dan pengaturan pelaksanaan.
”Belum launching, masih dalam pembahasan. Kita usahakan secepatnya,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto