Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rencana Pembangunan Huntap Korban Longsor Wonosalam Mandek, Pemkab Jombang Berharap Dukungan Anggaran Pusat

Anggi Fridianto • Kamis, 8 Januari 2026 | 08:26 WIB

 

Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak tanah gerak di Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Jombang selesai (13/5).
Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak tanah gerak di Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Jombang selesai (13/5).

Radarjombang.id – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban longsor di Kecamatan Wonosalam hingga kini belum berjalan.

Meski lahan sudah dibebaskan sejak 2025, Pemkab Jombang mengaku tak mampu merealisasikan pembangunan karena keterbatasan anggaran daerah.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Syaiful Anwar, menegaskan Pemkab masih menaruh harapan besar pada dukungan pemerintah pusat.

”Harapan kami ada kucuran dari pusat. Itu bisa digunakan untuk membangun huntap yang lahannya sudah dibebaskan tahun lalu,” ujarnya.

Tak hanya pembangunan huntap untuk korban longsor pada 2024, pengadaan tanah untuk pembangunan huntap bagi warga terdampak longsor 2025 juga belum terealisasi.

”Sama pengadaan tanah untuk warga terdampak longsor 2025 juga belum. Harapannya kami memang ada semacam kucuran dari pusat,” imbuhnya.

Upaya penganggaran melalui provinsi pun terkendala efisiensi anggaran di BPBD Jawa Timur. ”Provinsi tidak bisa mengalokasikan karena terdampak efisiensi anggaran di BPBD Jawa Timur. Sudah kami upayakan, tetapi memang belum ada,” katanya.

Jika tetap tak ada dukungan pusat maupun provinsi, Pemkab berencana mengusulkan pembangunan huntap masuk APBD 2027.

”Kalau tetap tidak ada, otomatis akan kami usulkan di APBD 2027 untuk pembangunan 13 unit rumah,” tegasnya.

Seperti diketahui, Bencana longsor sebelumnya terjadi 7 Februari 2024 di Dusun Jumok, Kecamatan Wonosalam, merusak belasan rumah.

Sebanyak 36 jiwa dari 13 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena lokasi tidak lagi aman. Pemkab Jombang menyediakan hunian sementara (huntara) melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sambil menyiapkan skema pembangunan huntap.

Baca Juga: Rencana Pembangunan Huntap di Wonosalam Jombang Mandek, Gegara Penlok Belum Turun

Selain itu, Januari 2025 kembali terjadi longsor di wilayah tersebut, merusak rumah dan menelan dua korban jiwa.

Warga di zona merah direlokasi dan saat ini menempati huntara yang disediakan Pemkab Jombang. Jumlah warga yang direlokasi pascabencana 2025 mencapai sekitar 28 kepala keluarga, termasuk mereka yang tinggal di kawasan rawan longsor. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#huntap #Jombang #Pemkab Jombang #warga terdampak longsor #Wonosalam